Kamis, 19 Maret 2026

Karimu Kolor Ijo Gorontalo

Karimu si Kolor Ijo Gorontalo Dipastikan Masih di Kabila, Tidur di Kusu-kusu hingga Akar Pohon

Sosok Karimu, yang dijuluki warga sebagai “Kolor Ijo” Gorontalo karena kerap membuat resah masyarakat, hingga kini masih terus diburu aparat kepolisia

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Karimu si Kolor Ijo Gorontalo Dipastikan Masih di Kabila, Tidur di Kusu-kusu hingga Akar Pohon
AI Generated by TribunGorontalo.com
RESIDIVIS - Karim Makidu alias Karimu disebut-sebut kembali muncul. Pria berjuluk "si kolor ijo" ini kini jadi diduga kembali beraksi. Sebagai informasi, foto ini dibuat dengan Artificial Inteligence (AI) dengan menggunakan foto Karimu di sel. 

Isu kemunculan sosok misterius yang dikenal sebagai “Karimu” atau lebih populer dengan sebutan Kolor Ijo, kembali menggemparkan masyarakat di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Sosok ini disebut-sebut melakukan aksi teror terhadap warga, terutama perempuan, dengan cara mengintai bahkan mencoba masuk ke pemukiman secara diam-diam, terutama saat malam hari.

Ketakutan mulai menyelimuti sejumlah kos-kosan di daerah sekitar kampus dan kawasan pemukiman mahasiswa.

Para penghuni, mayoritas perempuan, mengaku merasa resah dan mengalami gangguan psikis akibat ancaman yang belum jelas asal-usulnya itu.

Pemilik Kos: Banyak yang Trauma

Mas’ar Yuliana Nanue, pemilik Kos Rafalya di Desa Butu, Kecamatan Tilongkabila, mengaku telah menerima banyak keluhan dari para penghuni kosnya.

Ia menyebut bahwa gangguan yang dilakukan sosok Karimu telah menyebabkan trauma, terutama di kalangan mahasiswi yang tinggal sendiri.

“Bagi saya pribadi, mendingan dia itu di sel saja. Karena dia sudah membuat warga Gorontalo tidak nyaman, terlebih untuk Bone Bolango. Banyak anak-anak kos yang trauma, bahkan ada laporan masuk dari penghuni kos saya sendiri,” ujar Mas’ar.

Menurutnya, teror biasanya terjadi di malam hari. Pelaku diduga muncul diam-diam, mengintai dari kejauhan, atau bahkan mencoba membuka pintu-pintu rumah warga.

Mahasiswi Jadi Takut Keluar Malam

Ketakutan juga dirasakan oleh Firginia Pakaya, mahasiswi Universitas Negeri Gorontalo yang tinggal di kawasan Kampus 4.

Ia mengaku semenjak isu ini merebak, dirinya jadi jarang keluar malam dan selalu memeriksa kunci kamar berkali-kali.

“Saya cukup takut, karena kan saya cuma ngekos sendiri. Takutnya dia masuk ke kos saya. Sekarang jadi lebih waspada, jarang pulang larut malam,” katanya.

Hal serupa dirasakan Nurain Nggilu, mahasiswi yang masih menetap di Kos Karina.

Ia menyebut bahwa kondisi kos yang sedang sepi karena banyak penghuni mudik semakin menambah kecemasan.

“Kami merasa cemas dan takut untuk beraktivitas. Mengingat kos-kosan ini sekarang sepi, hanya dihuni oleh sedikit orang. Kami bahkan menjadi takut keluar malam hari, bahkan sekadar ke warung depan saja rasanya sudah was-was,” ujarnya.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved