Selasa, 24 Maret 2026

Berita Viral Nasional

Viral! Pasien Meninggal Akibat Alat Rusak, Manajemen RSUP Kandou Manado Di-SKAKMAT di DPRD Sulut

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara memanggil paksa manajemen RSUP Prof. RD Kandou Manado dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Seni

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Viral! Pasien Meninggal Akibat Alat Rusak, Manajemen RSUP Kandou Manado Di-SKAKMAT di DPRD Sulut
gmAPS
RS MANADO - Pasien meninggal dunia karena alat operasi saraf rusak, manajemen RSUP Kandou Manado di-SKAKMAT DPRD Sulut. Bukan cuma alat, pelayanan bobrok dan biaya parkir mahal juga jadi sorotan. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara memanggil paksa manajemen RSUP Prof. RD Kandou Manado dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin (16/6/2025).

Pemanggilan ini menyusul viralnya keluhan keluarga Gabriel Sineletan, warga Teling, Manado, yang meninggal dunia pada 7 Juni 2025 di rumah sakit tersebut.

Adapun keluarga Gabriel curhat tidak mendapatkan perawatan yang seharusnya akibat kerusakan alat operasi saraf.

RDP lintas komisi yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sulut, Stella Runtuwene, didampingi Ketua dan Wakil Ketua Komisi IV, Vonny Paat dan Cindy Wurangian, ini menjadi ajang bagi keluarga Gabriel untuk mengungkapkan keluh kesah mereka.

Kerusakan Alat dan Pelayanan Buruk Jadi Sorotan Utama

Perwakilan keluarga Gabriel, Septi S, mengungkapkan keheranan mereka.

"Kami heran, ponakan kami masuk pertengahan April 2025, tapi alat operasi saraf dikatakan rusak 6 Mei. Saat alat ada, tidak bisa dipakai. Dua bulan anak ini di rumah sakit," keluhnya.

Ketiadaan alat operasi saraf yang rusak diduga menjadi penyebab nyawa pemuda itu tak tertolong.

Stella Runtuwene selaku pimpinan rapat menyesalkan banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan di RSUP Kandou.

"Ini artinya perlu ada peningkatan kualitas pelayanan dimulai dari pembenahan manajemen pelayanan," tegas srikandi Partai Nasdem ini.

Tak hanya soal alat rusak, keluhan lain juga menyeruak. Jeane Laluyan dari Fraksi PDIP menyoal biaya parkir yang membebani keluarga pasien.

"Manajemen harus punya empati. Bagaimana keluarga pasien berhari-hari dan harus terbeban dengan biaya parkir," jelas Laluyan.

Politisi Golkar Cindy Wurangian bahkan menyebut masalah ini sebagai "masalah klasik" yang kerap muncul.

"Ini artinya apa? Ada pelayanan yang kurang baik. Sepertinya ini karena manajemen RSUP Kandou yang bobrok," kata politisi asal Bitung ini.

Senada, Roy Octavian Roring dari Fraksi PDIP menekankan pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan yang jelas.

"Kalau mendengar penjelasan pihak RSUP, sepertinya ada keterangan berbeda-beda. Tidak boleh RS pilih-pilih untuk melayani," ungkap mantan Bupati Minahasa ini.

Stella Runtuwene menambahkan, manajemen RS seharusnya mengedukasi pasien ketika ada alat yang rusak dan memiliki SOP untuk segera mengganti alat tersebut.

"Jangan seperti yang terjadi pada Gabriel ini. Sudah viral dulu baru saling lempar tanggung jawab," katanya pedas.

Menanggapi berbagai sorotan dan kritik tajam dalam RDP, Plt. Direktur Operasional Layanan RSUP Kandou, dr. Wega Sukanto, atas nama manajemen, menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Gabriel Sineleyan.

"Kami bertekad melakukan perubahan, meningkatkan layanan. Terima kasih atas masukan dan saran," ujar Wega.

Sementara itu, Plt. Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou, Ns. Suwandi Luneto SKep MKes, menyatakan pihaknya akan melakukan audit mendalam terkait keluhan pelayanan tidak sesuai standar dari tenaga medis, baik dokter maupun perawat.

"Ketika ada data, bukti permukaan itu akan kita telusuri, audit keperawatan dan audit medik untuk dokter. Ini kesalahannya ringan atau berat, berdasarkan itu kita akan jatuhkan hukuman disiplin. Kami berterima kasih atas masukannya," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved