Human Interest Story
Sosok Yusuf Bisang, 53 Tahun Jadi Kusir Delman dari Manado hingga Gorontalo
Era modern saat ini, transportasi seperti delman masih eksis di Kota Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Yusuf-Bisang.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Era modern saat ini, transportasi seperti delman masih eksis di Kota Gorontalo.
Yusuf Bisang (66), warga Kelurahan Tomulabutao, Kota Gorontalo, masih setia menjadi kusir delman. Pekerjaan yang sudah digelutinya sejak 1972.
Tepat usia13 tahun, Yusuf belajar alat transportasi tradisional yang mengandalkan tenaga kuda ini.
Masa remaja Yusuf dihabiskan di Kota Manado, Sulawesi Utara.
"Saya di sana dari masih remaja, saya mulai merantau untuk mencari nafkah," ujarnya.
Sekarang ia masih menjalani rutinitas yang sama.
Yusuf kembali ke Gorontalo pada tahun 1980.
Walaupun usianya sudah setengah abad, Yusuf masih kuat bekerja.
Dia tak pernah putus asa menunggu penumpang di Karsa Utama, Kota Gorontalo.
Yusuf tahu bahwa dia harus memenuhi kebutuhan keluarga.
"Kalau di Gorontalo saya sudah memiliki istri, saya bekerja sebagai kusir delman sampai dengan sekarang," bebernya.
Selama bekerja sebagai kusir delman, berbagai tempat telah dijajal Yusuf.
"Dulu saya dari pasar tua, lalu ke Murni sini dan ke Pasar Sentral. Baru sekarang di depan Karsa," terangnya.
Ayah dua anak ini sering mangkal pukul 15.30 Wita. Yusuf pulang ke rumah sekitar pukul 21.00 Wita.
"Kalau penumpang arah di dekat-dekat rumah saya jam 7 malam sudah balik ke rumah itu, tapi kalau masih berputar-putar di Kota Gorontalo, biasa jam 8 sampao jam 9 malam," jelas Yusuf.
Selain delman, Yusuf mengaku memiliki becak motor (bentor).
Namun Yusuf lebih suka jadi kusir delman.
"Kalau saya hanya hobi saja. Becak motor (bentor) ada di rumah tapi lebih nyaman bawa delman," kata Yusuf.
Adapun tarif delman tidak ditentukan oleh Yusuf. Ia hanya mengharapkan keikhlasan penumpang.
Baca juga: Profil Iptu Faisal Harianja, Polisi Muda Jabat Kasat Reskrim Polres Gorontalo
"Kalau harga itu tidak tetap, tergantung yang dikasih penumpang," ujarnya.
Kendatipun pendapatan tidak menentu, Yusuf merasa cukup memenuhi kebutuhannya.
"Pendapatan masih biasa, tidak kurang tidak juga lebih. Tetap ada yang naik delman saya," ungkapnya.
Uang hasil jerih payah itu diserahkan Yusuf ke istrinya. Ia juga sering bersedekah untuk keluarganya.
"Saya bekerja untuk istri, kadang juga saya kasih sama cucu-cucu saya," ucap Yusuf dengan senyum merekah.
Yusuf senantiasa bersyukur karena masih diberikan umur panjang dan rezeki dari Allah SWT.
"Alhamdulillah, saya bersyukur masih kuat dan bisa bekerja hingga dengan sekarang," pungkasnya.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.