Berita Viral
Jeritan Ibu Balita Korban Malapraktik di Bima: Anak Saya Kehilangan Tangan, Tapi Tak Ada Tersangka
Putri semata wayangnya, Arumi Aghnia Azkayra atau yang akrab dipanggil Kibo, harus kehilangan tangan kanannya akibat dugaan malapraktik medis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Korban-Malpraktik-di-Bima-fbd.jpg)
Pemeriksaan fisik oleh dokter jaga dinilai tidak maksimal dan respons tenaga kesehatan terhadap kekhawatirannya dianggap meremehkan.
"Waktu saya bilang takut anak saya diamputasi, saya malah dijawab kurang baik," tuturnya.
Kemudian, pada 16 April pukul 11.00 WITA, dokter spesialis akhirnya melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menyatakan bahwa infeksi sudah menyebar luas.
Saat itu juga, Kibo langsung menjalani operasi darurat, tetapi kerusakan pada jari-jari tangan tidak bisa diperbaiki.
"Padahal malam itu anak saya kesakitan, demam tinggi, dan mual, tetapi tidak ada tindakan berarti," jelasnya.
Setelah itu, Kibo dirujuk ke RSUD Provinsi NTB di Kota Mataram pada 18 April 2025.
Setelah observasi lebih lanjut di sana, dokter menyimpulkan amputasi adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawanya.
Amputasi kemudian dilakukan pada 12 Mei 2025.
"Operasi darurat pun dilakukan pada saat itu dan hasilnya jari-jari tangan anak saya tidak berfungsi lagi."
"Dokter pun menjelaskan kalau tangan anak saya terinfeksi bakteri yang ganas dan terjadinya infeksi itu berasal dari bekas tusukan jarum," ungkapnya.
Selama hampir dua bulan mendampingi sang anak menjalani pengobatan, Marlina dan suaminya bahkan rela kehilangan pekerjaan.
"Saya dan suami sudah resign dari pekerjaan. Untuk biaya pengobatan alhamdulillah masih ada donatur. Tapi kami tidak tahu ke depan seperti apa," ujarnya.
Marlina dan suaminya pun hanya bisa berharap keadilan ditegakkan atas apa yang dialami anak mereka.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com