Berita Viral
Jeritan Ibu Balita Korban Malapraktik di Bima: Anak Saya Kehilangan Tangan, Tapi Tak Ada Tersangka
Putri semata wayangnya, Arumi Aghnia Azkayra atau yang akrab dipanggil Kibo, harus kehilangan tangan kanannya akibat dugaan malapraktik medis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Korban-Malpraktik-di-Bima-fbd.jpg)
"Terkait dugaan terjadinya malapraktik, kami nanti gali lebih dalam lagi terkait peran-peranan tenaga medis dan tenaga kesehatan itu," katanya.
"Untuk yang kami periksa, kami buatkan berita acara interogasi, baru Puskesmas Bolo, Rumah Sakit Sondosia, RSUD Bima, kemudian nanti penanganan terakhir yaitu RSUP Mataram," ujar Binawan.
Sebagai informasi, Arumi diketahui kembali menjalani operasi pada hari ini, Senin (16/6/2025), setelah tangannya diamputasi.
Persiapan operasi lanjutan itu pun sudah selesai dilakukan dan melibatkan dokter anak, dokter anestesi, dokter ortopedi, hingga dokter bedah plastik.
Kabid Hukum RSUD Provinsi NTB, Lalu Dody Setiawan, mengatakan tim dokter RSUD Provinsi NTB terus memastikan perawatan terhadap bayi malang tersebut, agar kondisinya terus membaik setelah kehilangan pergelangan tangannya.
Kronologi Tangan Balita Arumi Diamputasi
Bayi perempuan berusia 16 bulan yang akrab disapa Kibo itu diduga menjadi korban malapraktik tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Bolo, akibat pemasangan infus yang tidak sesuai prosedur pada 10 April 2025 lalu.
Karena hal itu, tangan Kibo mengalami infeksi parah hingga menjalar ke seluruh lengan.
Dengan kondisi Kibo tersebut, tim dokter terpaksa mengambil tindakan amputasi pada 12 Mei 2025.
"Anak saya diamputasi tanggal 12 Mei 2025 lalu. Serasa enggak percaya. Hancur rasanya hati saya melihat putri satu-satunya harus menanggung cacat lantaran ulah orang yang tidak bertanggung jawab," ucap ibu Kibo, Marlina, saat ditemui di Mataram, Rabu (4/6/2025), dikutip dari TribunLombok.com.
Marlina menjelaskan, saat Kibo mengalami infeksi itu, dia mengaku sudah menyampaikan keluhan mengenai pembengkakan di tangan anaknya, tetapi tanggapannya dianggap tidak memadai.
Bahkan, kata Marlina, Kibo juga harus menjalani enam kali operasi dalam kurun waktu satu bulan. Selain luka fisik, trauma mental juga dirasakan sang anak.
Baca juga: Profil Hariyono Bokingo, Dulu Petugas Meteran Kini Jabat Direktur Perumda Tirta Boalemo Gorontalo
Baca juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini Besok Selasa 17 Juni 2025: Cinta, Karier, hingga Keuangan
Selain itu, proses perawatan juga dinilai penuh hambatan, seperti saat Marlina meminta agar Kibo dirujuk ke rumah sakit lebih besar.
Dia mengatakan permintaannya tersebut sempat ditolak oleh petugas Puskesmas.
"Saya meminta rujukan ke RSUD Bima tapi ditolak. Saya hanya diberi salep dan suntikan. Baru pada tanggal 15 April sore saya dapat rujukan, itupun setelah saya menangis sambil gendong anak saya di IGD RSUD Sondosia," jelasnya.
Namun, setibanya di RSUD Bima, kata Marlina, kondisi Kibo kembali disepelekan.