Data Kemiskinan Gorontalo
Hampir 19 Ribu Warga Gorontalo Utara Masih Status Miskin Gara-gara Minim Lapangan Pekerjaan
Sebanyak 18.990 orang di Kabupaten Gorontalo Utara masih hidup dalam kondisi miskin.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2023-10-10_Pemulung-di-TPA-Talumelito.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo Utara – Sebanyak 18.990 orang di Kabupaten Gorontalo Utara masih hidup dalam kondisi miskin.
Hal itu berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2024.
Jumlah ini setara dengan 16,86 persen dari total penduduk kabupaten tersebut.
Statistisi Ahli Muda BPS Gorontalo Utara, Insih Mohune, mengungkapkan bahwa data kemiskinan tahun 2025 masih dalam proses.
Sejauh ini, data 2024 mencatat penurunan tipis dari tahun sebelumnya.
"Jumlah penduduk miskin pada 2024 sebesar 18,99 ribu orang, turun sekitar 180 orang dibanding tahun 2023," ujar Insih kepada TribunGorontalo.com, Senin (16/6/2025).
Meski mengalami penurunan, tren dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan penurunan yang relatif lambat. Berikut rinciannya:
2021: 19.440 orang (17,23 persen)
2022: 19.460 orang (17,24 % )
2023: 19.170 orang (17,03 % )
2024: 18.990 orang (16,86 % )
Insih menilai, faktor utama yang mempengaruhi masih tingginya angka kemiskinan adalah pola hidup.
Selain itu karena terbatasnya lapangan pekerjaan, dan ketergantungan pendapatan pada sektor pertanian yang sangat dipengaruhi musim.
"Jika musim tidak mendukung, seperti kemarau panjang, banyak buruh tani tidak bekerja. Akhirnya, penghasilan turun drastis," jelasnya.
Sementara itu, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial menyatakan bahwa penanganan kemiskinan terus dilakukan.