Data Kimiskinan Gorontalo
3 Ribu Lebih Warga Kabupaten Gorontalo 'Naik Kelas', Berhasil Keluar dari Kategori Miskin
Ada kabar baik dari Kabupaten Gorontalo! Lebih dari 3 ribu warga di daerah ini berhasil "naik kelas" atau keluar dari kategori masyarakat miskin pada
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Iwan-Abdullah-pemulung-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTAL.COM, Gorontalo – Lebih dari 3 ribu warga di daerah ini berhasil "naik kelas" atau keluar dari kategori masyarakat miskin pada tahun 2024.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan signifikan dalam jumlah penduduk miskin di wilayah tersebut.
Menurut BPS, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Gorontalo kini tercatat 61,91 ribu orang, yang berarti berkurang 3,97 ribu orang dari angka 65,88 ribu orang pada tahun 2023.
Penurunan ini juga membuat persentase penduduk miskin merosot dari 17,48 persen di tahun 2023 menjadi 16,43 persen pada tahun 2024.
Riane Ramdani Isa, Kasubag Umum BPS Kabupaten Gorontalo, menjelaskan bahwa tren positif ini adalah hasil dari upaya konsisten sejak 2016.
"Rata-rata mengalami penurunan, meskipun di tahun 2021 sempat naik karena pandemi," ujar Riane kepada TribunGorontalo.com, Senin (16/6/2025).
Data kemiskinan ini dikumpulkan BPS melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), dengan data khusus kabupaten/kota diambil setiap Maret.
Garis Kemiskinan Naik, Kesenjangan Justru Menipis
Meski jumlah warga yang keluar dari kemiskinan meningkat, Garis Kemiskinan Kabupaten Gorontalo justru tercatat naik pada 2024, mencapai Rp605.743,-/kapita/bulan dari Rp568.430,-/kapita/bulan di tahun 2023.
Hal ini mengindikasikan bahwa standar minimum kebutuhan hidup juga meningkat.
Namun, kabar baik datang dari indikator lain. Indeks Kedalaman Kemiskinan (rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan) turun menjadi 3,41 di 2024.
Begitu pula Indeks Keparahan Kemiskinan (ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin) yang juga turun menjadi 0,89.
Ini menunjukkan bahwa tidak hanya jumlah penduduk miskin yang berkurang, tetapi juga kesenjangan dan ketimpangan ekonomi di antara mereka yang miskin semakin menipis.
Penurunan ini menjadi sinyal positif bagi pembangunan sosial ekonomi Kabupaten Gorontalo dan menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah untuk terus mengupayakan perbaikan. (*)