Kecelakaan Pesawat Air India
Selamat dari Maut: Warga Inggris Ceritakan Detik-Detik Jatuhnya Pesawat Air India
Penerbangan Air India yang menuju Gatwick – sebuah Boeing 787-8 Dreamliner dengan 242 orang, termasuk awak pesawat, lepas landas pada pukul 1.38 siang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kecelakaan-Pesawat-Air-India-cvbfs.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM- Suasana di Rumah Sakit Sipil Asarwa masih penuh ketegangan dan duka mendalam. Namun di antara para korban kecelakaan pesawat Air India yang mengangkut 242 orang, seorang pria bernama Vishwash Kumar Ramesh, warga negara Inggris berusia 40 tahun, muncul sebagai saksi hidup dari tragedi yang mengejutkan dunia itu.
Vishwash, yang tengah dirawat karena luka di dada, mata, dan kaki, menceritakan bagaimana detik-detik maut itu terjadi begitu cepat. Ia berada di India untuk mengunjungi keluarganya dan hendak kembali ke London bersama kakaknya, Ajay Kumar Ramesh (45), dalam penerbangan naas tersebut.
Saat keluarga para penumpang pesawat Air India putus asa mencari orang yang mereka cintai di Rumah Sakit Sipil, Asarwa di Ahmedabad, di sebuah tempat tidur di bangsal umum terbaring Vishwash Kumar Ramesh yang berusia 40 tahun, yang mengatakan ia selamat dari kecelakaan mematikan itu.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Biak - Manokwari Juni 2025: Ada KM Dobonsolo di Akhir Bulan
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Manokwari - Biak Juni 2025: Tersisa KM Dobonsolo, Harga Tiket Rp 166.000
"Tiga puluh detik setelah lepas landas, terdengar suara keras dan kemudian pesawat jatuh. Semua terjadi begitu cepat," kata Vishwash, yang mengalami "cedera akibat benturan" di dada, mata, dan kakinya, kepada HT.
Penerbangan Air India yang menuju Gatwick – sebuah Boeing 787-8 Dreamliner – dengan 242 orang, termasuk awak pesawat, lepas landas pada pukul 1.38 siang pada hari Kamis dan jatuh dalam hitungan menit, lalu terbakar.
Air India mengatakan 169 dari 230 penumpang adalah warga negara India, 53 warga negara Inggris, tujuh warga Portugis, dan satu warga Kanada.
"Ketika saya bangun, ada mayat-mayat di sekeliling saya. Saya takut. Saya berdiri dan berlari. Ada serpihan pesawat di sekeliling saya".
Vishwash, seorang warga negara Inggris, berada di India selama beberapa hari untuk mengunjungi keluarganya dan akan kembali ke Inggris bersama saudaranya, Ajay Kumar Ramesh (45).
Vishwash, yang masih memegang boarding pass, mengatakan kepada HT, “Ketika saya bangun, ada banyak mayat di sekeliling saya. Saya takut. Saya berdiri dan berlari. Ada serpihan pesawat di sekeliling saya. Seseorang memegang saya dan memasukkan saya ke dalam ambulans dan membawa saya ke rumah sakit.”
Vishwash mengatakan dia telah tinggal di London selama 20 tahun, dan menambahkan bahwa istri dan anaknya juga tinggal di London.
Ia mengatakan bahwa saudaranya Ajay duduk di baris yang berbeda di pesawat. “Kami mengunjungi Diu. Ia bepergian dengan saya dan saya tidak dapat menemukannya lagi. Tolong bantu saya menemukannya,” katanya.
Baca juga: Buruan Serbu! Promo JSM Alfamart & Indomaret 13-15 Juni 2025, Minyak Goreng 2 Liter Cuma Rp30 Ribuan
Baca juga: Komnas HAM Turun Tangan, Pantau Dugaan Pelanggaran HAM di Tambang Nikel Pulau Gag Raja Ampat
Di tempat lain di rumah sakit, keluarga dan teman-teman penumpang pesawat Air India mencari kerabat mereka.
Di antara mereka terdapat anggota keluarga mantan kepala menteri Gujarat Vijay Rupani, yang juga berada dalam penerbangan itu. Sailesh Mandliya, yang sebelumnya membantu Rupani, berada di rumah sakit untuk mencari mantan kepala menteri tersebut.
"Kami sedang mencarinya. Jika Anda menemukan sesuatu, beri tahu saya," kata Mandliya kepada HT.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com