Kamis, 5 Maret 2026

Berita Nasional

Presiden Prabowo Subianto Tegaskan: Tak Ada Reshuffle, Kabinet Merah Putih Masih Solid

Dalam pernyataan resminya usai menghadiri Konferensi Internasional Infrastruktur 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (12/6/2025)

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Presiden Prabowo Subianto Tegaskan: Tak Ada Reshuffle, Kabinet Merah Putih Masih Solid
Tribunnews.com
BERITA NASIONAL-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akhirnya angkat suara menanggapi isu reshuffle kabinet yang belakangan kembali mencuat.  Dalam pernyataan resminya usai menghadiri Konferensi Internasional Infrastruktur 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (12/6/2025), Prabowo menegaskan bahwa tidak ada rencana perombakan kabinet dalam waktu dekat. 

Menurut Prasetyo, evaluasi tidak selalu berarti akan ada reshuffle. 

“Yang paling penting adalah memastikan kabinet bekerja secara efektif dan memberi dampak nyata bagi rakyat. Semua keputusan strategis, termasuk soal komposisi kabinet, akan ditentukan dengan pertimbangan matang oleh Presiden,” pungkasnya.

Diketahui, Pengamat politik Rocky Gerung mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk segera melakukan reshuffle kabinet, guna menghadirkan energi baru dalam pemerintahan.

Seruan tersebut disampaikan dalam acara Sarasehan Aktivis Lintas Generasi Memperingati Reformasi 1998 di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Rabu (21/5/2025).

Menurut Rocky, perombakan kabinet diperlukan untuk menyelaraskan arah pemerintahan dengan semangat sosialisme modern yang inklusif dan berpihak pada rakyat.

Ia menilai reshuffle kabinet akan membuka ruang kepemimpinan baru yang lebih progresif dan bersih.

"Karena itu harus ada reshuffle, lumpuhkan kabinet, isi dengan energi baru. Prinsip dasarnya," tegas Rocky dalam forum tersebut.

Rocky juga menilai, kecil kemungkinan para menteri bersedia mengundurkan diri secara sukarela. 

Baca juga: Harga HP Cuma Selisih Rp50 Ribu, Mana yang Worth It Antara Infinix Hot 50 dan Redmi 13x?

Ia menyebut, bahwa kepentingan politik dan ekonomi membuat mereka bertahan, meskipun anggaran negara kian terbatas.

"Kan kita tak mungkin minta menteri-menteri ini untuk bunuh diri, meninggalkan kabinet, karena kepentingan, modalnya dia udah pastikan harus diambil. Walaupun APBN makin kecil," ujarnya. 

 

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

Sumber: TribunJatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved