Jalan Minahasa Putus
Karena Abrasi, Jalan Trans Sulawesi di Kombi Minahasa Putus, Akses Kenderaan Lumpuh Total
Jalan Trans Sulawesi di Kema - Rumbia putus akibat abrasi. Jalan yang menghubungkan dua wilayah di Minahasa ini tak bisa lagi dilewati kendaraan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/jalan-putus-di-Minahasa.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Jalan Trans Sulawesi di Kema - Rumbia putus akibat abrasi.
Jalan yang menghubungkan dua wilayah di Minahasa ini tak bisa lagi dilewati kendaraan.
Sehingga akses lumpuh total.
Dilansir dari TribunManado.com, kerusakan jalan tersebut disinyalir akibat abrasi gelombang laut dan luapan air dari rawa sekitar. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (12/6/2025).
Jalur vital ini putus total setelah dinding gorong-gorong jebol, menyusul curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Kombinasi air laut pasang dan aliran dari rawa menyebabkan badan jalan selebar sekitar 8 meter tersebut ambruk hingga kerusakan mencapai sekitar 5 meter.
Akibatnya, akses kendaraan roda dua dan empat benar-benar tidak bisa melintas.
Aktivitas dan mobilitas warga terhambat.
Kapolsek Kombi Iptu Alen Lariwu saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya bersama pemerintah kecamatan dan pihak terkait sudah turun langsung untuk mengecek kondisi jalan tersebut.
“Kami telah turun langsung ke lokasi dan memastikan bahwa kerusakan jalan disebabkan oleh kombinasi faktor alam dan aktivitas warga yang membuka gorong-gorong secara tidak tepat," jelas Kapolsek Kombu Iptu Alen Lariwu, Kamis (12/6/2025).
Untuk saat ini, Kapolsek Kombi mengatakan akses jalan ditutup total demi keselamatan pengguna jalan, dan kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan darurat dan rekayasa lalu lintas sementara.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan infrastruktur umum, seperti menggali saluran tanpa izin.
Keselamatan dan kelancaran transportasi adalah tanggung jawab bersama," ujarnya Kapolsek Kombi.
Ia juga mengimbau Warga sekitar untuk tidak mendekati lokasi kejadian guna menghindari risiko longsor tambahan atau kecelakaan.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) BPJN Sulawesi Utara, Ir Ringgo Radetyo memberikan kronologis, jalan Nasional Kema-Rumbia Kilometer (KM) 7 yang putus Kamis (12/6/2025).
Menurut Ringgo, pada ruas jalan Kema - Rumbia Km 7 terdapat cross drain.
Cross drain adalah struktur drainase yang berfungsi untuk mengalirkan air melintasi badan jalan.
Biasanya, ini berupa saluran atau jembatan yang dibuat melintang jalan.
Lanjut Ringgo, keberadaan cross drain di jalan Kema - Rumbia KM 7, pada triwulan pertama tahun ini mulai rusak karena tergerus Abrasi dari laut.
Upaya telah dilakukan BPJN adalah melakukan proteksi sementara dan juga melakukan perencanaan beserta penganggaran untuk membangun kembali Cross drain tersebut secara permanen.
Kemudian, penanganan sementara yang telah dilakukan adalah memasang proteksi pada rumija yang sudah tergerus.
Upaya ini untuk memastikan segmen jalan tersebut masih dapat fungsional melayani lalulintas, sembari menunggu proses desain dan penganggaran di tahun ini tengah berjalan.
Namun pada hari Kamis (12/5-2025), mulai pukul 15.00 terjadi peningkatan debit sungai dan pasang air laut yang cukup tinggi.
Sehingga menyebabkan segmen tersebut putus sepenuhnya pada pukul 17.00 Wita.
"Saat ini kami mempersiapkan jembatan bailey untuk dpasang pada segmen jalan yang putus tersebut sehingga ruas jalan tersebut fungsional kembali," jelas Kepala Satuan Kerja BPJN Sulawesi Utara, Ir Ringgo Radetyo, Kamis (12/6/2025) malam.
Lanjutnya, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulut untuk teknis penanganan abrasi pantai yang bersinggungan langsung dengan Rumija di segmen tersebut. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.