Berita Viral
Guru di Demak Viral Naik Meja dan Tendang Siswa di Kelas, Polisi dan Dinas Pendidikan Turun Tangan
Dalam video yang beredar luas di platform X (dulu Twitter), tampak Dumadi naik ke atas meja lalu menendang siswanya sebanyak dua kali di bagian kepala
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Guru-Tendang-Siswa-Viral-di-Media-Sosial-ncjv.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Dunia pendidikan kembali digemparkan oleh aksi kekerasan di ruang kelas. Seorang guru di SMP Negeri 1 Karangawen, Demak, Jawa Tengah, bernama Dumadi (58), menjadi sorotan publik usai videonya menendang seorang siswa viral di media sosial.
Dalam video yang beredar luas di platform X (dulu Twitter), tampak Dumadi naik ke atas meja lalu menendang siswanya sebanyak dua kali di bagian kepala.
Aksi ini memicu kemarahan netizen dan langsung memancing reaksi dari berbagai pihak, termasuk kepolisian dan Dinas Pendidikan Kabupaten Demak.
Berikut sosok pak guru viral naik meja dan tenang siswa di Demak, Jawa Tengah.
Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, pak guru tersebut bernama Dumadi yang berusia 58 tahun.
Ia tercatat sebagai guru di SMP Negeri 1 Karangawen, Demak.
Baca juga: Dimulai Hari Ini, Pesan Tiket Konser BLACKPINK Via Online Dibuka, Cek Cara Pesannya
Baca juga: Cek Update Harga Emas Batangan Hari Ini, Kamis 12 Juni 2025: Antam, Galeri24, hingga UBS
Dikutip dari smpn1karangawen.sch.id, Dumadi mengampu mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Tidak banyak informasi terkait Dumadi, yang jelas kini dirinya dilaporkan ke polisi karena tendang siswanya.
Kasus ini diketahui berawal dari video viral.
Video aksi pak guru naik meja dan tendang siswa menjadi bahan perbincangan setelah diunggah sejumlah akun di platform X, seperti @dhemit_is_back pada Rabu (12/6/2025).
Awal rekaman sudah memperlihatkan Dumadi tampak naik ke meja seorang siswa.
Ia kemudian menendang siswanya dua kali di area kepala.
Hingga Kamis (12/6/2025), video tersebut sudah ditonton lebih dari 123 ribu kali.
Ratusan pengguna X ikut meramaikan dengan berbagai komentarnya.
Termasuk menyayangkan tindakan dari Dumadi.