Covid 19
Covid-19 Meningkat Lagi di Asia! Pakar Ungkap Sub Varian Baru dan Imbau Tetap Pakai Masker
Menanggapi situasi ini, pakar paru dari Universitas Brawijaya Malang, dr Rezki Tantular, Sp.P, mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap tenang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/080822-Covid-19.jpg)
Dia menekankan Covid-19 masih ada, meski jumlahnya menurun.
"Covid-19 belum hilang, hanya tidak separah dulu. Virus ini terus bermutasi, dan itu normal,” ujarnya.
dr Andrew menjelaskan, varian-varian baru seperti XAC, JN1, LF7, dan NB1.8 yang terdeteksi di Asia Tenggara masih merupakan bagian dari Omicron.
Baca juga: Bacaan Doa Pagi Hari Kamis, Rezeki Melimpah Datang dari Arah Tak Disangka-sangka
Mutasi pada sub varian ini membuatnya lebih mudah menempel di saluran pernapasan, namun cara penularannya tetap lewat droplet, bukan aerosol.
“Jadi meskipun lebih mudah menular, bukan berarti virus ini menyebar lewat udara seperti debu atau asap,” tegasnya.
Dia menyarankan masyarakat untuk melakukan vaksinasi ulang yang sesuai dengan varian virus terbaru.
“Di luar negeri seperti Amerika, vaksin Covid-19 diperbarui setiap tahun menyesuaikan varian yang beredar. Vaksin lama masih bisa dipakai, tapi efektivitasnya menurun,” ujarnya.
Meski virus ini lintas batas negara, dr Andrew menilai belum perlu ada penutupan perbatasan.
"Yang penting adalah pengawasan. Jika ada kasus positif dari luar, lacak kontak dan batasi aktivitasnya," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com