Covid 19
Covid-19 Meningkat Lagi di Asia! Pakar Ungkap Sub Varian Baru dan Imbau Tetap Pakai Masker
Menanggapi situasi ini, pakar paru dari Universitas Brawijaya Malang, dr Rezki Tantular, Sp.P, mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap tenang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/080822-Covid-19.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Setelah sempat mereda, kasus Covid-19 kembali menunjukkan tren peningkatan di sejumlah negara Asia.
Thailand, Singapura, dan Hongkong menjadi beberapa negara yang mencatat lonjakan signifikan, bahkan Thailand melaporkan lebih dari 100 ribu kasus hanya dalam sebulan terakhir.
Menanggapi situasi ini, pakar paru dari Universitas Brawijaya Malang, dr Rezki Tantular, Sp.P, mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap tenang namun waspada.
Menurutnya, Covid-19 kini telah menjadi bagian dari siklus penyakit musiman yang akan terus mengalami fluktuasi.
“Virus tidak akan pernah benar-benar hilang. Jadi penting untuk tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker saat sakit, dan tidak lengah,” ujarnya, Rabu (11/6/2025).
Baca juga: Lagu Nuansa Bening Versi Vidi Aldiano Hilang dari Spotify, Kuasa Hukum Keenan: Itu Tanda Bersalah
Dia menyebut, sejumlah negara seperti Thailand, Singapura, dan Hongkong mencatat lonjakan signifikan.
Thailand misalnya, mencatat lebih dari 100 ribu kasus hanya dalam satu bulan.
Namun secara global, beberapa negara seperti Brasil justru mencatat penurunan.
“Yang beredar sekarang bukan varian baru, melainkan sub varian dari Omicron,” jelas dr Rezki.
Dia menambahkan, Indonesia memang tidak melakukan tes massal secara rutin, sehingga angka kasus bisa jadi tidak sepenuhnya terdeteksi.
Namun, karena banyak warga sudah divaksin dan pernah terinfeksi, imunitas masyarakat dianggap lebih kuat.
dr Rezki juga menanggapi maraknya informasi menyesatkan soal vaksinasi.
Dia menegaskan, vaksin tetap penting, termasuk bagi wanita hamil dan anak-anak.
“Kita harus lebih hati-hati menyaring informasi, karena banyak hoaks yang beredar," ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh pakar virologi FK UB Malang, dr Andrew William Tulle, M.Sc.
Dia menekankan Covid-19 masih ada, meski jumlahnya menurun.
"Covid-19 belum hilang, hanya tidak separah dulu. Virus ini terus bermutasi, dan itu normal,” ujarnya.
dr Andrew menjelaskan, varian-varian baru seperti XAC, JN1, LF7, dan NB1.8 yang terdeteksi di Asia Tenggara masih merupakan bagian dari Omicron.
Baca juga: Bacaan Doa Pagi Hari Kamis, Rezeki Melimpah Datang dari Arah Tak Disangka-sangka
Mutasi pada sub varian ini membuatnya lebih mudah menempel di saluran pernapasan, namun cara penularannya tetap lewat droplet, bukan aerosol.
“Jadi meskipun lebih mudah menular, bukan berarti virus ini menyebar lewat udara seperti debu atau asap,” tegasnya.
Dia menyarankan masyarakat untuk melakukan vaksinasi ulang yang sesuai dengan varian virus terbaru.
“Di luar negeri seperti Amerika, vaksin Covid-19 diperbarui setiap tahun menyesuaikan varian yang beredar. Vaksin lama masih bisa dipakai, tapi efektivitasnya menurun,” ujarnya.
Meski virus ini lintas batas negara, dr Andrew menilai belum perlu ada penutupan perbatasan.
"Yang penting adalah pengawasan. Jika ada kasus positif dari luar, lacak kontak dan batasi aktivitasnya," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.