Calon Polisi Gorontalo
89 Casis Bintara Polda Gorontalo 2025 Bertahan dari 1.300 Pendaftar
Proses seleksi calon Bintara Polda Gorontalo tahun 2025 memasuki tahap akhir. Dari total lebih dari 1.300 pendaftar, saat ini hanya tersisa 89 orang
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SELEKSI-BINTARA-Para-casis-tengah-melakukan-tahapan-seleksi-di-Stadion-Merdeka.jpg)
Namun bukan hanya tinggi badan yang diperiksa. Pemeriksaan menyeluruh juga dilakukan terhadap kondisi fisik peserta.
Mereka yang memiliki riwayat patah tulang atau pernah menjalani operasi otomatis gugur dari seleksi.
“Intinya, kondisi fisik peserta tidak boleh sampai fatal. Kalau hanya keseleo, itu tidak masalah,” kata AKP Angga.
Tahapan pemeriksaan kesehatan ini melibatkan tim Biddokkes Polda Gorontalo yang didukung tenaga medis ahli serta peralatan medis memadai.
Banyak peserta gagal bukan karena penampilan luar, tetapi karena kesehatan internal yang hanya bisa terdeteksi lewat pemeriksaan intensif.
"Seluruh tahapan punya tantangan masing-masing, dan jumlah peserta yang gugur pada setiap tahapan relatif sama," jelasnya.
Guna menjaga transparansi dan akuntabilitas, panitia menyediakan tribun khusus bagi orang tua peserta untuk menyaksikan langsung seluruh proses seleksi.
Setiap tahapan diawasi ketat oleh pengawas internal Polri dan pengawas eksternal.
“Orang tua bisa melihat langsung dari tribun, dan seluruh proses kami lengkapi dengan CCTV,” tambahnya.
Selain itu, panitia juga memberi ruang bagi peserta untuk menyampaikan komplain.
Salah satu contoh terjadi pada tahapan push up. Seorang peserta mengajukan keberatan karena merasa telah melakukan hitungan sesuai dengan ketentuan, namun hasilnya berbeda dengan penilaian panitia.
“Masalahnya, peserta menghitung sendiri, panitia juga menghitung. Tapi setelah diputar ulang CCTV, ternyata gerakan peserta tidak sempurna,” jelas AKP Angga.
Ia menegaskan bahwa sebelumnya panitia sudah memberikan panduan teknis secara rinci kepada semua peserta.
Secara keseluruhan, proses seleksi berjalan dengan lancar. Menurut AKP Angga, kendala yang muncul bersifat teknis dan tidak mengganggu jalannya proses secara keseluruhan.
“Sampai dengan saat ini proses seleksi berjalan lancar. Kalaupun ada kendala, itu hanya kendala-kendala kecil bersifat teknis,” pungkasnya. (*)