Calon Polisi Gorontalo
89 Casis Bintara Polda Gorontalo 2025 Bertahan dari 1.300 Pendaftar
Proses seleksi calon Bintara Polda Gorontalo tahun 2025 memasuki tahap akhir. Dari total lebih dari 1.300 pendaftar, saat ini hanya tersisa 89 orang
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SELEKSI-BINTARA-Para-casis-tengah-melakukan-tahapan-seleksi-di-Stadion-Merdeka.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Proses seleksi calon Bintara Polda Gorontalo tahun 2025 kini memasuki tahap akhir.
Dari lebih dari 1.300 pendaftar yang mengikuti seleksi sejak awal tahun, kini hanya tersisa 89 calon siswa (casis) yang masih bertahan.
Jumlah ini menjadi bukti betapa ketat dan selektifnya proses seleksi yang telah berlangsung sejak Februari 2025.
Tahapan demi tahapan dilakukan secara menyeluruh dan berlapis, menyaring ribuan pendaftar hingga menyisakan yang terbaik.
Kasubag Diapers Biro SDM Polda Gorontalo, AKP Angga Handiman, menyampaikan bahwa hingga saat ini, proses seleksi telah mencapai sekitar 80 persen.
Dua tahapan penting masih harus dilalui oleh para peserta, yakni seleksi penelusuran mental kepribadian (PMK) dan wawancara psikologi.
Kedua tahapan tersebut akan menjadi penentu akhir sebelum sidang kelulusan yang dijadwalkan pada 2 Juli 2025.
“Tes terakhir yang dijalani peserta adalah tes jasmani dan anthropometry,” ujar AKP Angga kepada TribunGorontalo.com, Kamis (12/6/2025).
Seleksi yang dimulai sejak Februari itu dibuka dengan tahapan pemeriksaan administrasi (rikmin) tahap satu, dilanjutkan dengan tes psikologi dan akademik berbasis sistem Computer Assisted Test (CAT).
Setelahnya, peserta harus melalui pemeriksaan kesehatan (rikes) tahap satu.
Usai tahapan tersebut, panitia melakukan perengkingan awal untuk menyeleksi peserta menuju tahap pemeriksaan kesehatan kedua.
"Setelah akademik, kita lakukan perengkingan awal, kemudian dilanjutkan dengan rikes tahap dua," jelas Angga.
Pemeriksaan kesehatan ini menjadi salah satu penyebab utama banyaknya peserta yang gugur.
Standar tinggi badan yang ketat—minimal 165 cm untuk laki-laki dan 160 cm untuk perempuan—menjadi salah satu penyaring awal.
Peserta yang tidak memenuhi syarat tersebut langsung dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).