Berita Nasional
2 WNI Ditangkap di AS dalam Operasi Imigrasi, KJRI Los Angeles Lakukan Pendampingan
Kementerian Luar Negeri RI dan 6 kantor perwakilan di Amerika Serikat (AS) terus memonitor situasi demonstrasi besar-besaran dari massa penentang kebi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/penggrebekan-imigran.jpg)
Bagi para WNI yang menghadapi keadaan darurat dalam situasi tersebut agar segera menghubungi hotline pelindungan di kantor-kantor perwakilan RI berikut ini:
- KBRI Washington DC: 202 569 7996
- KJRI Chicago: 312 547 9114
- KJRI Los Angeles: 213 590 8095
- KJRI New York: 347 806-9279
- KJRI San Francisco: 415 875 0793
- KJRI Houston: 713 282 5544
- Tekan Tombol Darurat di aplikasi Safe Travel Kemlu
Demo massa yang memprotes penggerebekan imigran di Los Angeles, California, AS berujung rusuh pada Minggu (8/6).
Aksi ini diikuti sedikitnya 1.000 pengunjuk rasa.
Mereka bentrok dengan pasukan Garda Nasional yang diterjunkan Presiden AS Donald Trump.
Bentrokan terjadi di pusat kota Los Angeles.
Demo berujung kerusuhan ini membuat sejumlah mobil polisi dibakar massa, etalase hancur dan bangunan rusak.
Beberapa toko juga dilaporkan dijarah dan tempat pembuangan sampah dibakar oleh para kelompok perusuh.
Petugas kepolisian AS berupaya membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata dan peluru karet.
Bahkan berdasarkan beberapa laporan, ada 500 marinir berstatus siap diterjunkan untuk membantu meredam kerusuhan.
Dilaporkan setidaknya ada 10 orang ditangkap atas kerusuhan pada Minggu, dan 44 orang lainnya ditahan sejak Jumat. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com