Jumat, 6 Maret 2026

Berita Viral

Ngaku Dapat Gaji Rp10 Juta, Pemuda Ini Nyaris Jadi Korban Perdagangan Orang di Kamboja

Pemuda asal Sumatera Utara ini hendak bekerja menjadi TKI. Namun, niatnya itu ternyata digagalkan oleh Kementerian.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Ngaku Dapat Gaji Rp10 Juta, Pemuda Ini Nyaris Jadi Korban Perdagangan Orang di Kamboja
TRIBUN MANADO
TPPO KAMBOJA - Ilustrasi penumpang remaja diamankan petugas kepolisian di area bandara. Modus TPPO ke Kamboja berhasil digagalkan. Seorang pemuda, MZ digagalkan dalam proses pemberangkatannya ke kamboja 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemuda asal Sumatera Utara ini hendak bekerja menjadi TKI.

Namun, niatnya itu ternyata digagalkan oleh Kementerian.

Pasalnya, negara yang dituju adalah Kamboja.

Pemuda ini ternyata tergiur dengan gaji yang ditawarkan sebesar Rp10 juta.

Dilansir dari Tribunnews.com, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) menggagalkan keberangkatan seorang calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang terindikasi jadi korban penempatan pekerja ilegal ke Kamboja

Calon pekerja migran itu berinisial MZ, warga Sumatera Utara

Keberangkatannya ke Kamboja digagalkan karena dicegat saat berada di Pelabuhan SBP Tanjungpinang. 

Kepala Balai Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau, Kombes Pol Imam Riyadi mengatakan berdasarkan pemeriksaan yang bersangkutan, MZ terbuai gaji besar sebagai admin atau operator judi online (judol) di Kamboja

Keberangkatan MZ diatur oleh perekrut berinisial R di Kamboja, dan dibantu A yang berada di Tanjungpinang. 

MZ diatur berangkat ilegal ke Kamboja lewat Malaysia.

"Saat dilakukan pendalaman didapati pengurus rekrut yang berada di Kamboja berinisial R, dan yang turut membantu yang berada di Tanjungpinang berinisial A," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/6/2025).

MZ sendiri memperoleh informasi lowongan kerja (loker) sebagai operator judol dari perekrut R. 

Bujuk rayu R membuat MZ terpikat dengan janji manis gaji Rp10 juta per bulan sebagai operator judol.

R kemudian mengatur rute keberangkatan korban dimulai pada Minggu (25/5/2025) dari Bandara Kualanamu Medan terbang ke Bandara Hang Nadim Batam, kemudian menuju Tanjungpinang. 

Korban selanjutnya akan diurus berangkat dari Pelabuhan SBP Tanjungpinang menuju Malaysia sebagai lokasi transit sebelum akhirnya masuk Pnom Penh, Kamboja

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved