Ijazah Jokowi
Perang Pernyataan! Roy Suryo Siap Bersumpah, Singgung Dana Besar dan Kasus Ijazah Jokowi
Diketahui, tantangan tersebut terungkap ketika keduanya bertemu dalam wawancara secara Zoom di Kompas TV, Kamis (5/6/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Roy-Suryo_001.jpg)
"Kalau kalau memang dia bisa membuktikan itu ada proyek, ada proyek besar, dan ada dana besar," tambahnya.
Roy Suryo mengklaim bahwa ia dan teman-temannya merupakan peneliti yang sangat mencintai Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Saya, Dr Rismon, dr Tifa, itu kebetulan adalah memang S1 S2-nya asli UGM," urainya.
Saat diputar kembali pernyataan Ali Ngabalin, Roy Suryo pun memintanya bercermin.
"Nah, ada cermin enggak? Nah, itu dia. Kalau ada cermin mau saya torok di depannya gitu lho," kata Roy Suryo.
Menurut Roy, tudingan Ali Ngabalin tersebut lebih pantas disematkan kepada dirinya sendiri.
"Lah ya dia harusnya bicara untuk dia sendiri dong kalau kayak gitu. Benar-benar kami nih lillahi taala apa yang kami lakukan tuh karena kami cinta kampus ya," jelas Roy lagi.
Roy bahkan menyebut Ali Ngabalin sebagai profesor yang provokator.
"Tunjukkan deh kalau itu misalnya Anda bisa menunjukkan itu dana besar, sama sekali enggak ada dana. Kami datang dengan uang kami sendiri," tegasnya.
Roy bahkan menduga bahwa ada uang yang harusnya diterima dirinya namun tidak pernah sampai.
"Jangan-jangan ada dana yang diterima oleh orang-orang yang dikenal itu, kemudian diambil sendiri. Nah, jelas di kami 0 persen tidak, ada pun nolak ya, tidak ada satu pun," tandasnya.
Sebelumnya, Mantan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, Ali Mochtar Ngabali membocorkan rencana jahat di balik kasus ijazah Jokowi.
Ali Ngabalin mengatakan kasus ijazah Jokowi merupakan proyek besar tanpa tender yang menghabiskan banyak uang.
Polemik ijazah Jokowi sudah berlangsung kurang lebih selama dua tahun lamanya.
Ia mengatakan mestinya para pelapor ijazah Jokowi itu mencari makan dengan cara yang benar, bukan dengan mencaci bahkan sampai menuduh.