Polisi Keroyok TNI
Ipda Aprianto, Anggota Polda Papua Barat Mabuk Miras saat Aniaya Seorang TNI Gorontalo
Ipda Aprianto, anggota Polda Papua Barat menjadi sorotan publik. Aprianto diketahui terlibat dalam pengeroyokan anggota TNI Korem 133/Nani Wartabone
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustarasi-Penganiayaan-gdfhghbvbdvcdsc.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Ipda Aprianto, anggota Polda Papua Barat menjadi sorotan publik.
Aprianto diketahui terlibat dalam kasus pengeroyokan seorang anggota Korem 133/Nani Wartabone.
Polisi yang sedang cuti di Gorontalo ini diduga mabuk minuman keras (Miras).
Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Penerangan Korem 133/Nani Wartabone, Kapten Inf Suyono.
Disclaimer : Artikel ini mengalami perubahan. Pelaku bukan lagi anggota Brimob Polda Papua tapi sudah bertugas di reserse Polda Papua.
Saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Suyono menyebut insiden yang terjadi di area perumahan kawasan Polres Gorontalo hanya kesalahpahaman antara pelaku dan korban.
Suyono juga membantah narasi yang beredar di media sosial bahwa pelaku dan korban terlibat konflik asmara.
“Sudah selesai, tidak ada teriak-teriak di Polres. Ini hanya salah paham, tidak ada motif asmara,” ujar Kapten Inf Suyono kepada TribunGorontalo.com, Kamis (5/6/2025).
Kapten Inf Suyono menjelaskan insiden bermula ketika anggota TNI menaiki becak motor (bentor) yang dikemudikan oleh Ical.
Saat hendak memasuki perumahan di kawasan Polres Gorontalo, jalanan terhalang beberapa sepeda motor.
Baca juga: Bukan Masalah Asmara, 2 Brimob Keroyok Anggota TNI Gorontalo karena Tersinggung Perkataan Korban
Anggota TNI itu kemudian meminta pemilik sepeda motor untuk memindahkan kendaraannya.
Namun, dua anggota Polri yang berada di lokasi justru tersinggung karena permintaan anggota TNI itu.
Ipda Aprianto, Anggota Polda Papua Barat yang sedang cuti di Gorontalo itu langsung memukuli anggota TNI dan sopir bentor.
Aksi kekerasan ini juga didukung tujuh warga di sekitar lokasi. Sehingga total sembilan orang yang mengeroyok dua korban.
"Karena oknum anggota (Polri) itu mabuk jadi dipukul anggota TNI itu bareng temannya dan tujuh masyarakat," jelas Kapten Inf Suyono ditemui TribunGorontalo.com pada Kamis (5/6/2025) pagi.
Kapten Inf Suyono mengatakan bahwa anggota TNI itu sempat mengalami lebam di mata sebelah kiri.
“Jadi awalnya mereka nggak tahu dia anggota TNI. Setelah bilang ‘saya anggota’ baru berhenti dipukul,” ujar Suyono.
"Semalam anggota TNI karena tidak terima dilaporkan lah ke Polres Gorontalo, buat laporan karena pemukulan itu," tambahnya.
Saat ini, para pelaku dan korban telah dipertemukan untuk mediasi perdamaian.
Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Anggota TNI Gorontalo Dikeroyok 2 Brimob Papua Barat Bersama 7 Warga
(TribunGorontalo.com/*)
| Konflik TNI dan Polisi Papua Barat di Gorontalo Berakhir Damai, Mediasi Digelar di Polres |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Konflik Polisi Vs TNI Gorontalo Berakhir Damai, Murni Kesalahpahaman |
|
|---|
| 7 Fakta Anggota Polri Keroyok Seorang TNI di Gorontalo, Sopir Bentor Turut Jadi Korban |
|
|---|
| Bukan Masalah Asmara, 2 Polisi Keroyok Anggota TNI Gorontalo karena Tersinggung Perkataan Korban |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Seorang Anggota TNI Gorontalo Dikeroyok 2 Anggota Polda Papua Barat Bersama 7 Warga |
|
|---|