Selasa, 24 Maret 2026

Polisi Keroyok TNI

7 Fakta Anggota Polri Keroyok Seorang TNI di Gorontalo, Sopir Bentor Turut Jadi Korban

Sejumlah fakta terungkap dalam kasus dua anggota polri melakukan pengeroyokan terhadap seorang anggota TNI di Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 7 Fakta Anggota Polri Keroyok Seorang TNI di Gorontalo, Sopir Bentor Turut Jadi Korban
kompasiana
Ilustrasi penganiayaan. 7 Fakta Anggota Polri Keroyok Seorang TNI di Gorontalo, Sopir Bentor Turut Jadi Korban 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah fakta terungkap dalam kasus dua anggota Polri melakukan pengeroyokan terhadap seorang anggota TNI di Gorontalo.

Peristiwa ini terjadi di kompleks perumahan Polres Gorontalo pada Rabu (4/6/2025) malam.

Disclaimer : Artikel ini mengalami perubahan. Pelaku bukan lagi anggota Brimob Polda Papua tapi sudah bertugas di reserse Polda Papua.

Berikut fakta-fakta sementara yang diterima TribunGorontalo.com.

1. Pelaku Anggota Polri di Polda Papua Barat

Diketahui, anggota Polri pelaku pengeroyokan bertugas di Polda Papua Barat.

Salah satu pelaku bernama Ipda Aprianto.

Keduanya menghabiskan liburan cuti di Gorontalo.

2. Pelaku mabuk miras

Dua pelaku diduga tersinggung ketika korban meminta mereka memindahkan kendaraan.

Menurut Kepala Penerangan Korem 133/Nani Wartabone, Kapten Inf Suyono,  insiden bermula ketika anggota TNI menaiki becak motor (bentor) yang dikemudikan  oleh Ical.

‎Saat hendak memasuki perumahan di kawasan Polres Gorontalo, jalanan terhalang beberapa sepeda motor.

Anggota TNI itu kemudian meminta pemilik sepeda motor untuk memindahkan kendaraannya.

‎Namun, dua anggota Polri yang berada di lokasi justru tersinggung karena permintaan anggota TNI itu.

‎"Karena oknum (polri) itu mabuk, dia bareng temannya dan tujuh masyarakat memukuli anggota TNI," jelas ‎Kapten Inf Suyono ditemui TribunGorontalo.com pada Kamis (5/6/2025) pagi.

3. Sopir Bentor turut jadi korban

Kapten Suyono menyebut pelaku penganiayaan berjumlah sembilan orang.

Dua anggota Polri dibantu oleh tujuh warga yang berada di kawasan Polres Gorontalo.

Tujuh warga itu turut terlibat dalam kekerasan fisik terhadap oknum TNI.

Tak hanya itu, sopir bentor yang mengantar personel Korem 133/Nani Wartabone itu pun menjadi korban pengeroyokan.

4. Korban mengaku anggota TNI

Merasa dirinya terdesak, korban lantas berteriak kepada pelaku bahwa dirinya anggota TNI.

Sontak dua Polri itu langsung berhenti memukuli korban.

‎“Jadi awalnya mereka nggak tahu dia anggota TNI. Setelah bilang ‘saya anggota’ baru berhenti dipukul,” jelas Suyono.

Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Anggota TNI Gorontalo Dikeroyok 2 Brimob Papua Barat Bersama 7 Warga

5. Sejumlah TNI datangi Polres Gorontalo

Beberapa saat setelah pemukulan itu, sejumlah anggota TNI mendatangi Polres Gorontalo.

Mereka meminta bertemu dengan dua anggota Polri , pelaku penganiayaan.

Para anggota TNI ini belum mengetahui bahwa pelaku bertugas di luar daerah.

Perdebatan antara anggota TNI dan polisi pun sempat memicu perhatian warga sekitar.

Video anggota TNI yang naik pitam ramai dibagikan di media sosial.

6. Pelaku dan korban berdamai

Kapten Suyono mengatakan, pelaku dan korban dipertemukan di Polres Gorontalo pada Kamis (5/6/2025) dini hari Wita.

Proses pendamaian ini dimediasi langsung oleh pimpinan Polri dan TNI di Gorontalo.

Sebelum itu, korban sempat melapor ke Polres Gorontalo pada malam kejadian.

Namun kini konflik telah dinyatakan selesai. Pihak korban tidak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

7. Viral di media sosial

Sebelumnya, peristiwa ini sempat beredar di media sosial pada Rabu (5/6/2025) malam.

‎Dalam video yang dibagikan oleh akun medsos itu terdengar anggota TNI meminta anggota polri yang terlibat pengeroyokan untuk keluar.

Pemilik akun medsos juga menulis narasi bahwa perseteruan ini diduga disebabkan karena masalah asmara.

Akun Instagram gtlo.karlota mengunggah video sejumlah anggota TNI dan masyarakat memadati halaman Polres Gorontalo.

"VIRAL!!! BEREDAR VIDEO AMATIR BAKU SAPU ANTARA PARA PERSONIL TNI VS BRIMOB DI POLRES GORONTALO, DIDUGA SEMENTARA KARENA ASMARA"

Hingga pukul 10.16 Wita, Kamis (5/6/2025), video unggahan tersebut telah disukai 2.177 pengguna Instagram, dan dikomentari ratusan warganet.

"Ngana lia itu adek, demi ngana ini nou," komentar warganet.

Namun dugaan masalah asmara ini langsung dibantah oleh Kapten Inf Suyono.

‎“Sudah selesai, tidak ada teriak-teriak di Polres. Ini hanya salah paham, tidak ada motif asmara,”  tegas Suyono.

(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved