Banjir Dulamayo Selatan

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi Pastikan Kebutuhan 263 Pengungsi Longsor Dulamayo Selatan

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, bersama Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Dulamayo

|
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
Foto Arianto Panambang
LONGSOR DULAMAYO SELATAN - Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat meninjau langsung warga terdampak longsor di Dulamayo Selatan, Selasa (3/6/2025). Sofyan memastikan kebutuhan dasar masyarakat dan merencanakan relokasi untuk Puskesmas Telaga Puncak yang terdampak longsor. 

‎TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, bersama Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Dulamayo Selatan, Kecamatan Talaga, Kabupaten Gorontalo, Selasa (3/6/2025).

‎Dalam kunjungannya, Bupati memastikan seluruh kebutuhan dasar para pengungsi yang mencapai 263 orang, termasuk makanan siap saji, selimut, dan tempat tidur, telah menjadi prioritas pemerintah daerah.

‎“Seluruh OPD dan stakeholder terkait sudah kami arahkan untuk menyediakan tempat penampungan sementara dan kebutuhan pengungsi lainnya," ungkapnya.

‎"Insya Allah masyarakat yang terdampak sudah terlayani dengan baik sambil kami memantau situasi dua hingga tiga hari ke depan. Jika aman, mereka akan kembali ke rumah masing-masing,” tambah Sofyan Puji.

‎Bupati juga menekankan pentingnya pemantauan kondisi gunung dan tebing di sekitar lokasi longsor yang dinilai masih labil, terutama karena curah hujan diprediksi meningkat dalam beberapa waktu ke depan.

‎“Kami sudah meninjau titik-titik rawan longsor. Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan warga, sementara dinas teknis akan menyiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk membuka akses jalan yang tertutup longsor,” tambahnya.

‎Salah satu bangunan yang terdampak longsor adalah Puskesmas Telaga Puncak di Desa Dulamayo Selatan.

‎Bupati Sofyan menyampaikan bahwa pihaknya sedang mempelajari kondisi struktur bangunan puskesmas yang tertimbun material longsor.

‎“Kalau sepintas, bangunan puskesmas ini cukup berbahaya untuk dipertahankan. Kami akan tunggu kajian ahlinya, dan jika memang tak layak, akan kita relokasi ke lokasi yang lebih aman,” tegasnya.

‎Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan tanah longsor pada Minggu malam (1/6/2025).

‎Suara retakan tanah dan runtuhan material memaksa warga mengungsi dalam keadaan panik, meninggalkan rumah tanpa sempat membawa banyak barang.

‎Hingga kini, warga masih bertahan di tempat pengungsian dan berharap bantuan logistik bisa terus mengalir. (*) ADV

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved