Selasa, 3 Maret 2026

Hari Lahir Pancasila

FKPT Gorontalo dan Densus 88 Edukasi Bahaya Radikalisme Lewat Film Sayap-sayap Patah

Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Gorontalo bersama Datasemen Khusus 88 nobar film

Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto FKPT Gorontalo dan Densus 88 Edukasi Bahaya Radikalisme Lewat Film Sayap-sayap Patah
TribunGorontalo.com/Arianto Panambang
NOBAR FILM -- Ketua FKPT Gorontalo Fjnco Tanipu dan penonton XXI Gorontalo. FKPT Gorontalo bersama Demsus 88 mengadakan nonton bareng film Sayap-Sayap Patah II: Olivia di bioskop XXI Gorontalo, Minggu (1/6/2025) malam. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Gorontalo bersama Datasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88) dan Satgaswil Gorontalo Polahi Task Force menggelar nonton bareng film “Sayap-Sayap Patah II: Olivia” di XII Gorontalo, Minggu (1/6/2025) malam.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, serta para jurnalis dan influencer media sosial dari Instagram, TikTok, dan Facebook.

Film “Sayap-Sayap Patah II: Olivia” sendiri mengisahkan perjuangan Pandu, seorang anggota Densus 88 yang harus menjadi ayah tunggal bagi putrinya, Olivia, usai ditinggal sang istri.

Di tengah ledakan bom di kafe dan kebebasan Leong, mantan pemimpin kelompok teroris, Pandu ditugaskan untuk memburu Leong.

Namun, wajah Pandu yang terekam dalam operasi penyergapan membuatnya dan putrinya menjadi target pembalasan dendam oleh kelompok teroris.

Pandu pun dihadapkan pada pilihan sulit — melindungi negara atau menjaga keselamatan keluarganya.

Seusai menonton film, Ketua FKPT Gorontalo Funco Tanipu mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi sarana edukasi penting terkait bahaya radikalisme dan terorisme yang masih menjadi ancaman serius, terutama di Gorontalo.

Menurutnya, Provinsi Gorontalo menempati peringkat kedua tertinggi di Sulawesi dalam Indeks Potensi Radikalisme yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Kita berharap melalui film ini, pemahaman masyarakat tentang kerawanan radikalisme semakin meningkat," ungkapnya saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Minggu.

"Film ini kan bercerita bagaimana terorisme bekerja dan beroperasi di Indonesia, termasuk juga kisah perjuangan anggota Densus dalam pencegahan dan penanggulangan terorisme,” tambah Funco.

Baca juga: Aldi Awal Mantan Napi Teroris Gorontalo Ingatkan Bahaya Radikalisme di Medsos

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi momentum refleksi dan diskusi bersama untuk menjaga harmonisasi kehidupan sosial serta membangun sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat.

Funco berharap, film Sayap-Sayap Patah ino dapat memicu kesadaran semua pihak agar lebih waspada terhadap potensi ancaman radikalisme dan terorisme yang dapat merusak persatuan bangsa. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved