Profil Tokoh

‎Profil Kombes Pol Lukman Cahyono Dir Lantas Polda Gorontalo, Pernah Tangani Kasus Bom Bali

Kombes Pol Lukman Cahyono saat ini menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Gorontalo sejak Januari 2025.

|
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com
PROFIL POLISI - Dirlantas Polda Gorontalo Kombes Pol Lukman Cahyono saat diundang dalam program Tribun Podcast di studio TribunGorontalo.com, Senin (26/5/2025). Lukman Cahyono bercerita tentang pengalamannya menjabat berbagai jabatan fungsional di kepolisian. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com). 

‎TRIBUNGORONTALO.COM – Kombes Pol Lukman Cahyono saat ini menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Gorontalo sejak Januari 2025.

Sebelum bertugas di Provinsi Gorontalo, Lukman Cahyono tercatat telah bekerja di berbagai daerah seperti Jawa, Bali, hingga Kalimantan.

Lantas, siapa Kombes Pol Lukman Cahyono?

Profil Kombes Pol Lukman Cahyono

Pria kelahiran Yogyakarta ini tumbuh besar di Kota Malang, Jawa Timur. Mulai dari pendidikan usia dini hingga lulus SMA pada 1998.

‎Setelah itu, Lukman mendaftar di Akademi Kepolisian (Akpol) dan berhasil lulus pada 2001.

‎Usai lulus dari Akpol, Lukman pertama kali ditugaskan di Satuan Reserse Kriminal Polda Bali. Ia mengabdi Pulau Dewata sejak dari 2001 hingga 2007.

‎Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Lukman adalah saat ia menjadi Kanit Reskrim Polsek Kuta.

Kala itu, Lukman sempat terlibat dalam penanganan kasus bom Bali 1 dan bom Bali 2. Ia termasuk polisi pertama yang tiba di lokasi kejadian.

‎Setelah masa tugas di Bali berakhir, Lukman melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jakarta selama 1,5 tahun.

‎Lulus dari PTIK, ia ditugaskan di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Lukman untuk pertama kalinya mengemban tugas di divisi lalu lintas. Tugas itu dijalaninya selama dua tahun.

Lukman Cahyono kemudian kembali ke Jawa Timur. Tercatat, Lukman pernah bertugas mengatur arus lalu lintas di Kota Kediri, Banyuwangi, Surabaya, hingga Malang.

Lukman lantas mendalami pengetahuan bidang lalu lintas di Sekolah Staf Pimpinan Menengah (SESPIMEN) di Lembang.

Usai menjalani pendidikan selama hampir satu tahun, Lukman mendapat amanah di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan selama lebih dari tiga tahun.

‎‎Selanjutnya, Lukman dipercaya sebagai Kapolres Kediri selama dua tahun.

Kemudian ia menjabat Wakil Direktur Lalu Lintas di Polda Kalimantan Timur selama setahun. Lalu Polda Jawa Timur dengan jabatan yang sama selama dua tahun.

Lukman juga sempat menjabat sebagai Kapolsek MetroTanah Abang, Jakarta. ‎‎Ia mengaku pernah mengamankan berbagai demo besar seperti pelantikan presiden.

‎“Setiap wilayah punya kesan masing-masing. Ketika kita bisa melaksanakan pengamanan dengan baik, itu jadi kebanggaan tersendiri,” ujar Kombes Pol Lukman Cahyono dalam program Tribun Podcast di kantor TribunGorontalo.com, Senin (26/5/2025).

‎Menjalani tugas di kota-kota besar di berbagai wilayah bagi Lukman memiliki tantangan tersendiri.

Namun beratnya amanah yang diemban tak membuatnya lupa akan keluarga. 

‎“Keluarga sudah paham bahwa ketika masyarakat libur, kami justru sedang sibuk-sibuknya. Jadi kami memanfaatkan waktu lain untuk bersama,” katanya sembari tersenyum.‎

‎Pada awal tahun 2025, Lukman Cahyono menginjakkan kaki di Provinsi Gorontalo.

Lukman yang berpangkat Komisaris Besar Polisi ini diamanahkan memegang jabatan Direktur Lalu Lintas Polda Gorontalo.

Baca juga: Profil Iptu Marwan Muhammad, Eks Pemain Persigo Kini Jabat Kapolsek Kota Utara Gorontalo

Lukman memiliki prinsip bahwa bekerja adalah bagian dari ibadah. Sehingga tugas apa pun yang diembannya akan terasa mudah.

‎“Ketika kita sudah mengawali itu dengan niat ibadah, insya Allah semua yang kita kerjakan selalu bernilai ibadah dan akan diberikan kemudahan oleh Allah,” ungkapnya.

‎Ia menyadari tugas polisi dipenuhi tantangan, namun baginya hati yang tulus menjadi kunci untuk menghindari penyimpangan.

‎Menurut Lukman, lalu lintas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, pengelolaan lalu lintas tidak mungkin hanya sebatas tugas polisi, tetapi memerlukan kerja sama dari semua pihak termasuk warga sipil.

‎“Yang berat itu ketika masing-masing instansi menonjolkan ego sektoral. Tapi kalau kita saling bekerja sama, tidak ada yang berat,” pungkasnya.

 

 

(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved