Jumat, 27 Maret 2026

Berita Viral

Gegara Kesal Ditegur Karena Salah Parkiran, Anggota TNI di Depok Malah keroyok Tiga Orang Warga

Hal ini bermula dari teguran akibat salah parkiran. Awalnya hanya adu mulut namun berujung dengan pengroyokan.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Gegara Kesal Ditegur Karena Salah Parkiran, Anggota TNI di Depok Malah keroyok Tiga Orang Warga
istimewa
PENGEROYOKAN -- Ilustrasi pengeroyokan. Lantaran menegur seseorang yang parkir sembarangan di area parkir Hypermart Tole Iskandar, Cilodong, Depok, tiga warga malah menjadi korban pengeroyokan. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Tiga orang warga diduga dikeroyok oleh anggota TNI.

Hal ini bermula dari teguran akibat salah parkiran.

Awalnya hanya adu mulut namun berujung dengan pengroyokan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Merebak Lagi di Negara Asia Tenggara, Indonesia Segera Ambil Langkah Cepat

Dilansir dari Kompas.com, pengroyokan ini terjadi di area parkir Hypermart Tole Iskandar, Cilodong, Depok, Sabtu (31/5/2025) sekitar pukul 18.30 WIB. 

Peristiwa yang dialami oleh pria bernama Sandi Lesmana, Januar Dwi Putra dan Margo Ade Mulyanto ini dibenarkan oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 0508/Depok, Kolonel Inf Iman Widhiarto. 

"Iya benar, ini sedang kita telusuri bersama rekan-rekan dari Polri," ujar Widhiarto saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (1/6/2025).

Baca juga: Ingin Kuliah Gratis dan Jadi CPNS Tanpa Seleksi UTBK? Ini 28 Sekolah Kedinasan yang Bisa Dicoba

Kuasa hukum para korban, Army Mulyanto menjelaskan, insiden bermula saat seorang pengendara motor hendak memarkir kendaraannya di area yang dikhususkan untuk mobil. 

Salah satu korban menegur dengan sopan agar pengendara tidak parkir sembarangan. 

Namun, teguran tersebut tidak diterima dengan baik hingga berujung adu mulut. 

Pelaku bahkan mengancam akan kembali dengan membawa “satu kompi” orang.

“Korban hanya menegur karena pelaku parkir sembarangan. Tapi yang terjadi malah kekerasan. Pelaku merasa tersinggung, lalu memukul,” kata Army. 

Baca juga: Catat! Diskon Tarif Listrik 50 Persen Resmi Berlaku 5 Juni 2025, Cek Cara Dapatnya di PLN Mobile

Tak lama kemudian, sekitar sepuluh orang datang, beberapa mengenakan atribut militer, dan langsung menyerang para korban secara brutal. 

"Korban dipukuli secara membabi buta. Ada yang berseragam loreng. Mereka datang, melakukan kekerasan di depan umum, lalu kabur ke arah kompleks KOSTRAD," ungkap Army. 

Akibat kejadian ini, Sandi Lesmana mengalami luka sobek pada bibir. 

Januar Dwi Putra mengalami luka berdarah pada hidung, lebam di mata kiri, serta lecet di bagian rusuk kanan dan kiri. 

Sementara itu, Margo Ade Mulyanto mengalami lebam parah di mata kanan hingga sempat tak bisa melihat, serta luka lecet pada lutut. 

Baca juga: Mulai 1 Juni 2025 Harga BBM Non Subsidi Turun, Ini Daftar Lengkap di Seluruh Wilayah

Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polres Metro Depok dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/1074/V/2025/SPKT/POLRES METRO DEPOK/POLDA METRO JAYA tertanggal 31 Mei 2025. 

Army menegaskan, tindakan ini bukan insiden biasa, melainkan kekerasan serius yang tak bisa ditoleransi. 

“Kami minta penegak hukum tidak tinggal diam. Ini tindakan brutal oleh aparat yang seharusnya melindungi masyarakat, bukan pelaku kekerasan. Ini premanisme berseragam,” tegasnya. 

Baca juga: Padahal Sering Dilintasi Pejabat Daerah Tapi Jalan di Desa Dunggala Gorontalo Dibiarkan Rusak Parah

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa para korban yang telah menjalani visum. 

Hingga kini, identitas para pelaku masih dalam penyelidikan lebih lanjut. (*)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved