Trump Pecat Musk dari Jabatan Tinggi, Kontroversi Narkoba dan Lebam Misterius Warnai Perpisahan
Drama politik Amerika Serikat kembali memanas! Presiden Donald Trump secara resmi mencopot Elon Musk dari posisinya sebagai Kepala Departemen Efisiens
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MUSK-MUNDUR-Keluar-dari-kabinet-Donald-Trump-Elon-Musk.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Drama politik Amerika Serikat kembali memanas! Presiden Donald Trump secara resmi mencopot Elon Musk dari posisinya sebagai Kepala Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) dalam pertemuan di Oval Office, Jumat lalu.
Masa jabatan Musk yang penuh kontroversi dan kebijakan radikal pun berakhir.
Musk, sang miliarder eksentrik yang dikenal sebagai CEO Tesla, SpaceX, dan pemilik platform X, menyatakan akan fokus pada bisnis pribadinya.
Namun, Trump menegaskan bahwa pengaruh Musk di pemerintahannya belum sepenuhnya pudar.
"Elon sebenarnya tidak pergi," ujar Trump, "Ia akan terus terlibat."
Dalam acara perpisahan yang penuh simbolisme, Trump memuji Musk sebagai arsitek reformasi birokrasi terbesar dalam beberapa dekade.
Musk, dengan santai mengenakan topi "DOGE" dan kaus "The Dogefather," menerima sanjungan Trump.
"Elon telah bekerja tanpa lelah dalam memimpin program reformasi pemerintahan paling menyeluruh dan berdampak dalam beberapa dekade," puji Trump.
Musk juga menerima kunci simbolis dari presiden dan menyatakan keyakinannya pada kinerja tim DOGE.
"Tim DOGE melakukan pekerjaan luar biasa, dan mereka akan terus melakukannya," katanya.
Namun, masa jabatan Musk diwarnai kontroversi. Pemangkasan anggaran besar-besaran, termasuk pada lembaga bantuan internasional USAID, diduga menyebabkan ratusan ribu kematian global, menurut penelitian Universitas Boston.
Target penghematan triliunan dolar yang dijanjikan Musk pun meleset jauh.
Hubungan internal Gedung Putih juga memanas. Kritik terbuka Musk terhadap kebijakan anggaran Trump memicu kemarahan pejabat tinggi, termasuk Stephen Miller.
Namun, di depan publik, Trump tetap menampilkan citra persahabatan.
Perpisahan Musk semakin dramatis dengan laporan The New York Times yang mengungkap dugaan penggunaan narkoba berlebihan selama kampanye 2024.
Musk dikabarkan mengonsumsi ketamin, ekstasi, dan jamur psikoaktif.
Ia juga terlihat dengan lebam misterius di wajah. Saat dikonfirmasi, Musk hanya mengecam The New York Times dan mengklaim lebam itu akibat bercanda dengan putranya.
"Saya bilang, ayo pukul wajah ayahmu. Dan dia benar-benar melakukannya," kata Musk sambil tertawa.
Meskipun Musk merupakan penyumbang besar kampanye Trump, ia berencana mengurangi donasi politik di masa depan. Trump, di sisi lain, tetap memuji Musk.
"Ini hari terakhirnya, tapi sebenarnya tidak, karena Elon akan selalu bersama kita, membantu sepanjang jalan. Elon itu luar biasa!" tulis Trump di media sosial.
Mengenai kelanjutan DOGE, Musk hanya berkomentar santai, "DOGE itu gaya hidup. Seperti Buddhisme."
Dengan gaya kepemimpinan kontroversial dan capaian yang beragam, Elon Musk meninggalkan jejak yang tak terlupakan di pemerintahan Trump.
Meskipun masa jabatannya singkat, pengaruhnya, baik positif maupun negatif, akan terus diperdebatkan. (*)
| Trump Ingin Terlibat Tentukan Pemimpin Baru Iran, Tolak Putra Ali Khamenei |
|
|---|
| Mayoritas Senat Dukung Trump, Hasilnya Amerika Bisa Lanjutkan Serangan ke Iran |
|
|---|
| Presiden Amerika Donald Trump Heran Iran tak Juga Menyerah Padahal Diancam |
|
|---|
| Daftar Lengkap Komoditas RI yang Kini Masuk AS Tanpa Bea Masuk |
|
|---|
| AS Pilih Diplomasi dengan Iran, Trump Tetap Siapkan Opsi Kekuatan Militer |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.