Berita Nasional

Perang Harga Mobil di China Memanas, BYD Jual Mobil Rp 120-an Juta

Industri otomotif di China sedang menghadapi gejolak persaingan harga yang semakin ketat.

Editor: Wawan Akuba
BYD Otomotif
PERANG HARGA MOBIL - Langkah BYD memangkas harga mobil menciptkan "jurang kematian" untuk produsen mobil yang lain. 

Menurutnya, perang harga yang sedang terjadi sangat membebani keuntungan perusahaan dan para pemasok komponen.

Ia bahkan mengibaratkan kondisi industri otomotif China saat ini dengan krisis utang besar yang dialami oleh pengembang properti Evergrande yang akhirnya mengalami likuidasi pada tahun lalu.

"Saat ini, fenomena Evergrande di industri otomotif sudah ada, meskipun belum sampai pada tahap kehancuran," ujar Wei Jianjun dalam wawancaranya dengan media Sina Finance.

Pasar kendaraan listrik di China memang diramaikan oleh kehadiran berbagai perusahaan rintisan dalam satu dekade terakhir.

Akan tetapi, persaingan harga yang sangat ketat terbukti menjadi tantangan yang berat bagi banyak di antara mereka.

Data dari perusahaan riset Jato Dynamics menunjukkan bahwa dari 169 pabrikan mobil yang beroperasi di China saat ini, lebih dari separuhnya hanya mampu meraih pangsa pasar di bawah 0,1 persen, yang menggambarkan betapa sengitnya kompetisi di pasar tersebut.

Selain perang harga, praktik penjualan mobil bekas dengan jarak tempuh nol kilometer juga menjadi perhatian dan menimbulkan kekhawatiran.

Metode ini dianggap sebagai strategi yang digunakan oleh para produsen dan dealer untuk mencapai target penjualan mereka, yang semakin memperburuk kondisi pasar otomotif di China. 

Catatan: Kurs USD ke IDR yang digunakan adalah sekitar Rp 16.294,05 berdasarkan data terkini. Perlu diingat bahwa nilai tukar mata uang dapat berubah sewaktu-waktu.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved