Senin, 16 Maret 2026

Judi Online Komdigi

Terbongkar di Sidang: Adhi Kismanto Orang Titipan Menteri, Lindungi Situs Judi, Minta Gaji Rp17 Juta

Salah satu terdakwa, Adhi Kismanto, ternyata merupakan orang titipan dari Menteri Komunikasi dan Informatika saat itu, Budi Arie Setiadi.

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Terbongkar di Sidang: Adhi Kismanto Orang Titipan Menteri, Lindungi Situs Judi, Minta Gaji Rp17 Juta
Kompas.com/Intan Afrida Rafni
JUDI ONLINE KOMDIGI- Adhi Kismanto Orang Titipan Menteri, Lindungi Situs Judi, Minta Gaji Rp17 Juta. Fakta ini diungkap langsung oleh Ketua Tim Program dan Keuangan Direktorat Aptika Kominfo, Ulfa Wachidiyah Zuqri, yang hadir sebagai saksi dalam sidang pada Rabu, 28 Mei 2025.  

"Betul, dan itu sudah di level manajer, manajer kami aja hanya Rp16 juta," tegas Ulfa.

Sebelumnya, nama Adhi Kismanto disebut-sebut direkomendasikan oleh Budi Arie Setiadi yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kominfo

Hal itu diungkap oleh mantan Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo, Teguh Arifiyadi, saat hadir sebagai saksi, Rabu (28/5/2025).

"Saya dikenalkan dengan Pak Adhi Kismanto di ruangan Pak Menteri," ujar Teguh dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

"Kemudian Pak Menteri minta agar Pak Adhi membantu aspek-aspek teknis berkaitan dengan kerja pemblokiran judi online," lanjutnya.

Baca juga: 25 Nama Terdakwa Narkoba di Pengadilan Gorontalo Sepanjang Januari - Mei 2025, Siapa Saja Mereka?

Meski begitu, Teguh mengaku tetap menjalankan prosedur seleksi tim penanganan judol.

Ia menyampaikan kepada Budi Arie bahwa proses rekrutmen tetap harus melalui tahapan kualifikasi dan seleksi.

"Beliau, Pak Menteri, setuju untuk proses seleksi. Kemudian tidak berapa lama kami mendapatkan CV Pak Adhi dari salah satu staf khusus yang dibawa oleh Pak Menteri," kata dia.

Namun, saat proses rekrutmen dilakukan, Adhi disebut tidak lolos karena riwayat pendidikannya hanya sampai SMK.

Sedangkan kriteria yang diminta lulusan S1.

"Saya menyampaikan bahwa ini tidak memenuhi kriteria."

"Kemudian Dirjen menyampaikan bahwa, 'Tolong ini sampaikan ke Pak Menteri karena rekomendasi saudara Adhi dari Pak Menteri'."

"Kemudian saya forward informasi terkait tidak bisa diterimanya Pak Adhi kepada Pak Menteri melalui staf khusus," jelas Teguh.

Kemudian, kata Teguh, staf khusus menteri kembali menghubunginya dan meminta agar dua peserta seleksi lain yang berlatar belakang lulusan SMK diterima, salah satunya Adhi Kismanto.

Teguh mengaku sempat memastikan kembali, apakah permintaan tersebut benar kriteria dari menteri atau tidak.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved