Berita Sepak Bola
7 Klub Elite Dunia yang Mengakhiri Musim Tanpa Trofi, Siapa Paling Memalukan?
Namun di musim 2024-2025, beberapa nama elite seperti Real Madrid, Manchester United, dan Manchester City justru harus mengakhiri musim dengan tangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEMAIN-TOP-klub-elit-Sebagai-informasi-klub-para-pemain-ini-tak-dapat-trofi.jpg)
5. Borussia Dortmund
Dortmund menutup musim dengan performa kuat, tapi kerusakan sudah terjadi di paruh pertama musim. Posisi tengah klasemen membuat mereka sulit bersaing.
Nuri Sahin tampak seperti pilihan ideal. Ia merupakan produk asli klub dan sangat memahami budaya Dortmund. Tapi cerita indah tidak selalu membawa kemenangan.
Tim asuhannya tampil lembek saat bermain tandang, gagal bersinar di kompetisi domestik, dan tersingkir lebih awal dari DFB-Pokal.
Niko Kovac masuk di pertengahan musim dan menuntut peningkatan. Namun masalah kebugaran dan kedalaman skuad yang minim membuatnya kesulitan. Saat permainan mulai membaik, Dortmund sudah tersingkir dari semua kompetisi.
Dulu dikenal sebagai tempat berkembangnya talenta muda Eropa, kini Dortmund tampak seperti klub dalam fase transisi. Mereka masih menarik banyak penonton dan punya sejarah hebat, tapi tanpa trofi sejak 2021, Dortmund bisa saja makin tertinggal.
6.Manchester City
Community Shield tidak masuk hitungan. Klub yang biasanya mengoleksi trofi seperti hobi ini akan menyudahi musim tanpa satu pun gelar bergengsi.
Peluang terbaik Pep Guardiola untuk meraih trofi datang di Piala FA. Banyak yang mengira mereka akan memenangkannya, namun Crystal Palace justru menghentikan langkah mereka dengan skor 1-0.
Pukulan terbesar datang saat Rodri mengalami cedera pada akhir Oktober. Tanpa jangkar lini tengah andalan mereka, City kehilangan kendali permainan dan kebobolan banyak gol.
Pertahanan menjadi berantakan. Meski hasil tak langsung memburuk, sinyal bahaya sudah terlihat jelas.
Ditambah lagi tekanan mental dari 115 tuduhan pelanggaran finansial di Premier League, tidak heran jika City akhirnya runtuh. Bahkan ketenangan khas Guardiola tak bisa menyembunyikan retaknya tim.
City masih dihuni pemain kelas dunia, tetapi musim ini mereka tampak sangat manusiawi.
Bagi klub yang sedang memburu sejarah, musim tanpa trofi akan terasa sangat menyakitkan – walaupun mungkin ini hanya jeda sementara.
7.Ajax