Berita Sepak Bola
7 Klub Elite Dunia yang Mengakhiri Musim Tanpa Trofi, Siapa Paling Memalukan?
Namun di musim 2024-2025, beberapa nama elite seperti Real Madrid, Manchester United, dan Manchester City justru harus mengakhiri musim dengan tangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEMAIN-TOP-klub-elit-Sebagai-informasi-klub-para-pemain-ini-tak-dapat-trofi.jpg)
Kepemilikan baru pun tak bisa menjual cerita bahwa ini adalah tahun transisi. Ini adalah bencana – secara taktik, emosional, dan finansial.
Ruben Amorim membutuhkan kiper, bek, gelandang, striker, dan tentu saja dana besar yang tidak dimiliki klub saat ini.
Jika klub-klub promosi musim depan tampil garang, Manchester United bisa saja terpuruk lebih dalam lagi.
3.Arsenal
Sekarang setelah Tottenham mengakhiri puasa gelar mereka, ejekan di media sosial mulai diarahkan ke Arsenal asuhan Mikel Arteta.
Finis di posisi kedua Premier League dan mencapai semifinal Liga Champions memang bukan pencapaian sepele, apalagi dengan banyaknya cedera pemain inti.
Namun sudah lima tahun berlalu sejak terakhir kali Arsenal mengangkat trofi. Padahal, investasi besar dan perbaikan performa di bawah Arteta sangat jelas terlihat.
Musim depan tidak boleh lagi ada alasan. Arsenal harus memenangkan setidaknya satu gelar besar.
4.Juventus
Juventus memecat Thiago Motta pada bulan Maret setelah dua kekalahan telak dari Atalanta dan Fiorentina. Tanda-tanda kejatuhan sebenarnya sudah terlihat jauh-jauh hari.
Motta datang dengan ekspektasi besar setelah membawa Bologna finis di posisi kelima musim lalu. Tapi ia gagal menghidupkan semangat di Juventus.
Ya, ia mencoba memainkan sepak bola progresif. Ya, skuadnya masih muda. Namun taktiknya tak pernah benar-benar bekerja, dan hasil buruk pun mulai bermunculan.
Di bawah pelatih pengganti Igor Tudor, Juventus belum sepenuhnya pulih. Mereka mungkin bisa mengamankan tiket Liga Champions, tapi kekacauan di level manajemen masih terus berlangsung.
Belum ada sponsor utama di jersey, strategi perekrutan yang dipertanyakan, dan tekanan terhadap direktur olahraga Cristiano Giuntoli terus meningkat.
Setelah menjuarai Coppa Italia di musim 2023-2024, Juventus kini kembali hampa gelar. Mereka bahkan belum memenangkan Serie A sejak musim 2019-2020.