Rabu, 11 Maret 2026

MAN Insan Cendekia Gorontalo

Warisan BJ Habibie Berbuah Emas! MAN IC Gorontalo Kini Masuk Sekolah Unggul Transformasi Garuda

Sekolah unggulan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Gorontalo, yang dulunya dicetuskannya sebagai wadah integrasi Ilmu Pengetahuan dan Tek

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Warisan BJ Habibie Berbuah Emas! MAN IC Gorontalo Kini Masuk Sekolah Unggul Transformasi Garuda
TribunPodcast
MAN INSAN CENDEKIA GORONTALO : Jasmaniar (kiri) Kepala MAN Insan Cendekia Gorontalo dan Trisnawati (kanan) Wakil Kepala Bidang Humas MAN Insan Cendekia Gorontalo, saat podcast di Studio TribunGorontalo.com, Senin (26/5/2025). Mengulas sejarah MAN Insan Cendekia Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Nama almarhum Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie, kembali harum di Gorontalo.

Sekolah unggulan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Gorontalo, yang dulunya dicetuskannya sebagai wadah integrasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dengan Iman dan Takwa (Imtaq), kini resmi menyandang status sekolah unggulan tingkat nasional.

Kisah panjang MAN IC Gorontalo terungkap dalam podcast di Studio TribunGorontalo.com, dipandu oleh Prailla dan Minarti.

Kepala MAN IC Gorontalo, Jasmaniar, dengan penuh semangat mengisahkan sejarah berdirinya sekolah yang kini menjadi kebanggaan Provinsi Gorontalo ini.

Jasmaniar menjelaskan, MAN IC Gorontalo memiliki akar sejarah yang kuat sebagai salah satu pionir sekolah unggulan di Indonesia.

Bersama dengan SMU Insan Cendekia Serpong, MAN IC Gorontalo didirikan pada tahun 1997, setahun setelah berdirinya SMU IC Serpong pada tahun 1996.

Keduanya kala itu berada di bawah naungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), berkat visi jauh ke depan dari "founding father", B.J. Habibie.

"Sekolah ini dicetuskan oleh almarhum mantan Presiden Republik Indonesia BJ Habibie sehingga ia disebut sebagai founding father," tutur Jasmaniar dengan nada bangga.

Titik balik penting terjadi pada tahun 2000, ketika pengelolaan kedua sekolah unggulan ini dialihkan dari BPPT ke Kementerian Agama (kala itu Departemen Agama).

Transformasi ini membawa perubahan signifikan dalam kurikulum, yang sebelumnya berbasis umum, kini diintegrasikan dengan pendidikan agama Islam.

Mata pelajaran seperti Fikih, Al-Qur'an Hadis, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, dan Akidah Akhlak menjadi pilar penting dalam pembentukan karakter siswa.

"Sekolah inilah yang menjadi tujuan utama didirikan oleh BJ Habibie, yakni sekolah dengan Iptek dan Imtaq yang sejalan dan beriringan," tegas Jasmaniar, menekankan visi luhur Habibie dalam mendirikan lembaga pendidikan ini.

Kini, MAN Insan Cendekia Gorontalo menjelma menjadi madrasah unggulan dengan sistem pendidikan terpadu dan pola asrama yang disiplin.

Para siswa tidak hanya berkutat dengan pelajaran di kelas, tetapi juga memperdalam ilmu agama di masjid setelah salat magrib, mengikuti kultum, dan melanjutkan belajar mandiri di asrama hingga pukul 21.00 malam.

Bahkan, pendampingan khusus dari guru asrama diberikan hingga pukul 21.00, diakhiri dengan pembacaan Al-Qur'an sebagai rutinitas sebelum tidur.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved