Keracunan Makanan
Total 43 Warga Tumbang Keracunan di Acara Duka 40 Hari di Talumolo Gorontalo, Balita Jadi Korban
Total sebanyak 43 warga alami gejala keracunan usai makan di sebuah acara duka peringatan 40 hari di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota G
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KERACUNANA-MAKANAN-Dian-Tuntula-salah-seorang-warga.jpg)
Reporter: Mawar Datunsolang dan Ziad Adam
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Total sebanyak 43 warga alami gejala keracunan usai makan di sebuah acara duka peringatan 40 hari di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Minggu (25/5/2025).
Hingga Senin (26/5/2025) malam, enam orang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu (25/5/2025), saat keluarga almarhum menggelar acara peringatan 40 hari.
Acara dimulai sejak pukul 11.00 Wita dan dihadiri oleh puluhan warga setempat.
Seusai menyantap hidangan diduga berupa ayam suir sejumlah tamu mulai mengeluhkan gejala mual, muntah, dan nyeri perut.
"Acara mulai sekitar jam sebelas siang. Orang-orang mulai makan pada saat itu. Tapi rata-rata mulai terasa gejala itu sekitar jam dua siang,” kata Dian Tuntula, salah seorang warga yang juga sepupu dari pihak penyelenggara acara.
Gejala yang dialami warga bervariasi, mulai dari muntah-muntah, berak-berak hingga sakit perut.
Beberapa orang hanya mengalami gejala ringan dan bertahan di rumah, namun sebagian lainnya harus segera dilarikan ke fasilitas kesehatan karena kondisi memburuk.
“Rata-rata mengalami muntah dan berak-berak. Ada juga yang cuma muntah, ada juga yang sakit perut. Hampir semua yang makan mengalami gejala, jadi total yang kena sekitar 43 orang,” katanya.
Sebagian korban sempat mencoba bertahan di rumah.
Beberapa warga bahkan langsung menghubungi tenaga medis tanpa melalui rumah sakit karena gejalanya dirasa masih bisa ditangani di rumah.
Enam Orang Masih Dirawat, Termasuk Dua Balita
Dari hasil penelusuran, 16 orang awalnya dibawa ke Rumah Sakit Aloe Saboe, namun 14 di antaranya sudah diperbolehkan pulang.
Dua pasien yang masih dirawat di RS Aloe Saboe merupakan balita.
Selain itu, empat orang lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mutajam. Sementara itu, sejumlah warga yang dilarikan ke Klinik Kestin hanya menjalani rawat jalan.
Dengan demikian, jumlah pasien yang masih dirawat di rumah sakit saat ini tercatat enam orang.
“Jadi yang masih dirawat sekarang itu enam orang. Dua di Aloe Saboe, empat lagi di Mutajam. Yang ke Kesdim rawat jalan saja,” terang Dian.
Menanggapi peristiwa tersebut, aparat gabungan dari BPOM, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Kecamatan Dumbo Raya, dan Kepolisian langsung turun ke lokasi.
Mereka telah memeriksa semalam keluarga penyelenggara acara serta mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.
“Semalam itu sudah diperiksa dari BPOM, Dinas Kesehatan, Puskesmas, kecamatan, dan pihak kepolisian. Mereka langsung ke lokasi dan kumpulkan informasi dari warga dan keluarga penyelenggara,” jelas Dian.
Pihak kelurahan dan tenaga medis mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama dalam menjaga kebersihan makanan ketika menggelar acara besar.
Kesadaran untuk segera melapor ke tenaga kesehatan jika muncul gejala juga menjadi hal penting.
“Kami juga biasa diundang kalau sudah ada gejala seperti ini. Tapi kemarin banyak warga yang langsung telepon medis begitu gejalanya muncul,” tambah Dian.
Sampai dengan saat ini proses penyelidikan masih berlangsung. (*)
| Puluhan Korban Keracunan Makanan di Talumolo Gorontalo Enggan Lapor Polisi |
|
|---|
| Dinkes Gorontalo Belum Pastikan Biang Keladi Keracunan Massal di Talumolo Gorontalo, Sampel Diuji |
|
|---|
| Bertambah! Total 102 Warga Alami Gejala Keracunan Makanan di Talumolo Gorontalo |
|
|---|
| Usai Dirawat di RS Multazam Gorontalo 5 Warga Talumolo dengan Gejala Keracunan Mulai Pulih |
|
|---|
| 6 Warga Talumolo Gorontalo Masih Dirawat Sejak Alami Gejala Keracunan Makanan di Acara 40 Hari |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.