Berita Viral
Air Sumur Dikemas Galon Mineral: Pelaku di Bekasi Raup Omzet Rp70 Juta dalam 2 Tahun
Air mineral isi ulang yang dibeli oleh masyarakat itu disabotase olehnya dengan menggunakan air sumur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/air-isi-ulang.jpg)
Kemudian pelaku mengemas seolah-olah barang tersebut asli atau baru untuk dijual ke konsumen.
"Adapun tutup dan label mereknya itu pelaku beli dari online. Itu rongsokan bekas, sama pelaku disolder sehingga terlihat baru," jelasnya.
Kata Kapolres, produk air mineral dalam galon tersebut dijual ke sejumlah warung dengan harga murah yakni Rp15.000.
Padahal harga normal air galon merek terkenal tersebut adalah Rp20 ribu.
Melansir Warta Kota, pelaku bisa memproduksi hingga 50 galon dalam satu hari.
Hasil pemeriksaan, tersangka SST sudah menjalankan usaha itu selama dua tahun sejak sekitar tahun 2023.
Tersangka juga mempekerjakan dua orang karyawan.
"Selama dua tahun, tersangka meraup omzet dengan estimasi sebesar Rp70 juta," ujarnya.
Adpaun tersangka dikenakan Pasal 62 ayat 1 junto Pasal 8 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan/atau Pasal 140 jo Pasal 86 ayat (2) Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
"Ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp4 miliar," kata Mustofa.
Kasus lainnya, tempat pemotongan ayam di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, meraup omzet hingga Rp10 juta per hari lewat jual ayam gelonggongan.
Pekerja di tempat pemotongan ayam tersebut yang bernama Soyib (32), kini ditetapkan sebagai tersangka.
Berdasarkan pengakuannya, dia bisa menjual ayam gelonggongan hingga 200 ekor per hari.
Mereka menyuntikkan air kotor ke daging ayam potong sehingga terlihat besar.
Dalam sehari, tempat tersebut bisa menjual 100 sampai 200 ayam potong.