Berita Viral
Polisi Ungkap Penyebab Kematian Siswa 13 Tahun di Ponorogo Jatim yang Ditemukan Hanyut
Pihak kepolisian mengungkap penyebab kematian pelajar 13 tahun di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/anggota-OPM-tewas-akibat-baku-tembak-dengan-TNI.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pihak kepolisian mengungkap penyebab kematian pelajar 13 tahun di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur.
Sebelumnya jasad korban ditemukan warga sekitar di sungai kecil pada Jumat pagi, 23 Mei 2025.
Melansir dari Kompas.com, remaja berinisial MA teridentifikasi warga Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jatim.
MA ditemukan tertimpa sepeda motor Honda BeAT dengan nomor polisi AG 3313 REV, yang sebelumnya dikira warga hanyut ke dalam sungai.
Penemuan jenazah terjadi saat warga Desa Blembem, Kecamatan Jambon, berusaha mengevakuasi sepeda motor tersebut.
“Dari hasil olah kejadian perkara (TKP) tidak ditemukan indikasi keterlibatan kendaraan lain. Kami simpulkan ini merupakan kecelakaan tunggal,” ujar Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Ponorogo, Iptu Abdul Kholik, dalam pesan singkat kepada wartawan, Sabtu (24/5/2025).
Apa Penyebab Kecelakaan Menurut Polisi?
Menurut Abdul Kholik, kecelakaan diduga terjadi karena korban kehilangan kendali saat mengendarai sepeda motornya.
Saat ditemukan, korban tidak mengenakan helm, dan tidak ada tanda-tanda bekas tabrakan dengan kendaraan lain di lokasi kejadian.
“Masih dalam penyelidikan, tapi dugaan sementara korban kehilangan kendali. Tidak ada tanda-tanda tabrakan dengan kendaraan lain di TKP,” jelasnya.
Diduga, korban berkendara pada dini hari, saat kondisi jalan kemungkinan masih sepi dan gelap.
Sepeda motor yang tergelincir masuk ke sungai membuat tubuh korban terjepit di bawah kendaraan, hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Baca juga: Aksi Licik 6 Kades Tersangka Kasus Money Politic PSU Gorontalo Utara Melarikan Diri, Kini Masuk DPO
Bagaimana Kondisi Korban Saat Ditemukan?
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, MA mengalami sejumlah luka serius, termasuk memar di dahi, pendarahan dari mulut dan telinga, serta patah pada kaki kiri.
Abdul Kholik menyatakan bahwa korban kemungkinan besar meninggal dunia seketika akibat benturan keras.
“Korban diduga meninggal dunia di lokasi kejadian pada dini hari. Ia mengalami luka cukup serius seperti pendarahan di mulut dan telinga, memar di dahi, serta patah kaki kiri,” ucap Abdul Kholik.