Minggu, 15 Maret 2026

Berita Nasional

Ketua MA Murka: Hakim Gaji Puluhan Juta, Pakai Barang Mewah Miliaran, Tak Malu?

Pada kesempatan itu Sunarto menyentil hakim-hakim yang dengan gaji bulanan antara ....

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Ketua MA Murka: Hakim Gaji Puluhan Juta, Pakai Barang Mewah Miliaran, Tak Malu?
Kompas.com
TEGURAN MA - Teguran keras dilontarkan Ketua Mahkamah Agung (Sunarto) menyusul rentetan penangkapan hakim oleh Kejaksaan Agung terkait kasus suap pengaturan putusan. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Ketua Mahkamah Agung (MA), Sunarto, melontarkan teguran keras kepada para hakim.

Teguran ini terutama untuk mereka yang gemar memamerkan gaya hidup mewah.

Sebab, gaya hidup itu tidak sebanding dengan pendapatan sah mereka.

Sunarto meminta para hakim untuk memiliki rasa malu, terutama jika gaya hidup glamor mereka terekspos ke publik.

Pesan ini disampaikan dalam acara pembinaan pimpinan pengadilan dan para hakim se-Jakarta di Gedung MA, Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Pada kesempatan itu Sunarto menyentil hakim-hakim yang dengan gaji bulanan antara Rp 23 hingga Rp 27 juta, berani mengenakan barang-barang bermerek mewah.

Ada yang bahkan pakai merek mewah Louis Vuitton (LV), Bally, hingga mengendarai mobil Porsche yang harganya mencapai miliaran rupiah.

"Kalau enggak malu, apa tidak takut sama Tuhan, minimal takut sama wartawan. Difoto arlojinya Rp 1 miliar, apa tidak malu saudara-saudara?" cecar Sunarto.

"Gajinya Rp 27 juta, Rp 23 juta, pakai LV, pakai Bally, pakai Porsche, enggak malu," tambahnya dengan nada geram.

Sunarto mengingatkan, di era teknologi canggih ini, kehidupan para hakim sangat mudah dipantau.

Ibarat berada di dalam akuarium, setiap tindakan mereka bisa diamati dengan jelas.

Transaksi perbankan, check-in di hotel, atau tempat hiburan, hingga transaksi tunai dan penukaran valuta asing (valas), semuanya terekam.

"Ketahuan. Mereka-mereka itu juga informan bapak ibu sekalian. Kasus Surabaya ketahuan yang tukar valas," ungkapnya.

Mantan Kepala Badan Pengawas (Bawas) MA itu menyoroti problem judicial corruption (korupsi peradilan) yang terus menggerogoti kepercayaan publik terhadap lembaga penegakan hukum.

Korupsi, menurutnya, bersumber dari kebutuhan, keinginan, dan hilangnya rasa malu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved