Selasa, 10 Maret 2026

Haji 2025

99 Jemaah Haji Asal Indonesia Terkena Pneumonia, Satu Orang Meninggal Dunia Akibat Penyakit Ini

Sebanayk 99 jemaah haji asal Indonesia diserang penyakit pneumonia. Penyakit ini didapatkan selama mereka menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto 99 Jemaah Haji Asal Indonesia Terkena Pneumonia, Satu Orang Meninggal Dunia Akibat Penyakit Ini
(HO/MEDIA CENTER HAJI/MCH 2025)
KAKBAH di AWAL MUSIM HAJI - Suasana area Kakbah di awal musim haji Jumat (2/5/2025). Dilaporkan ada 99 Jemaah haji asal Indonesia terkena Pneumonia 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Sebanayk 99 jemaah haji asal Indonesia diserang penyakit pneumonia.

Penyakit ini didapatkan selama mereka menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Pneumonia adalah penyakit yang mengganggu saluran pernapasan karena adanya infeksi.

Baca juga: Rahmat Djamalu Jadi Jemaah Haji Termuda dari Gorontalo Utara, Gantikan Sang Ayah ke Tanah Suci

Sehingga orang yang menderita pneumonia ini akan lebih cepat terasa lelah, nafas tidak beraturan dan jantung yang berdebar.

Dilansir dari Kompas.com, Kasus ini menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan, mengingat pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang bisa berakibat fatal, terutama bagi jemaah dengan kondisi kesehatan rentan atau memiliki penyakit penyerta. 

Menurut data dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Daerah Kerja (Daker) Makkah dan Madinah per tanggal 20 Mei 2025, pukul 16.00 WAS, kasus pneumonia menyebar di berbagai sektor dan kelompok terbang (kloter). 

Para jemaah yang terinfeksi saat ini sedang dirawat secara intensif di rumah sakit rujukan di Makkah dan Madinah, Arab Saudi. 

Baca juga: Seorang Anak di Gorontalo Korbankan Jatah Suami agar Sang Ibu Tuna Netra Bisa Naik Haji

“Kami mencatat peningkatan jumlah kasus pneumonia di kalangan jemaah haji Indonesia. Dari 99 kasus yang ada, satu jemaah meninggal dunia akibat penyakit ini. Situasi ini perlu diwaspadai karena bisa berkembang menjadi lebih serius jika tidak segera ditangani,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, di KKHI Madinah, seperti ditulis laman Kementerian Kesehatan, Kamis (22/5/2025).

Pneumonia merupakan peradangan pada alveoli atau kantung udara di paru-paru, yang bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun jamur. 

Dalam suasana ibadah haji yang sangat padat serta suhu lingkungan yang sangat tinggi, risiko penularan infeksi pernapasan meningkat signifikan. 

Baca juga: Cerita Lengkap Remaja Perempuan di Karawang Berubah Jadi Laki-laki Secara Alami

KKHI mengidentifikasi beberapa faktor yang berperan dalam meningkatnya kasus pneumonia di kalangan jemaah, antara lain: 

  • Suhu ekstrem 

Data KKHI menunjukkan suhu di Makkah dan Madinah saat ini berkisar antara 41 hingga 47 derajat Celsius. 

Suhu tinggi yang disertai kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan dehidrasi dan menurunkan daya tahan tubuh.

  •  Kelelahan fisik 

Aktivitas ibadah haji yang padat seperti perjalanan panjang, umroh wajib, hingga puncak ibadah di Armuzna menuntut fisik yang kuat. 

Kelelahan bisa menurunkan sistem imun tubuh. 

Baca juga: Ramalan Zodiak Cancer, Leo dan Virgo Hari Ini Jumat 23 Mei 2025: Cinta hingga Keuangan

  • Kepadatan jemaah 
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved