Berita Populer
GORONTALO TERPOPULER: Ayah Lecehkan Anak Kandung - 3 Siswa Gorontalo Ikut Olimpiade Intenasional
Kumpulan berita peristiwa, human interest story, hingga politik terangkum dalam Gorontalo Terpopuler, Rabu (21/5/2025).
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Berita-populer-21-Mei-2025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Kumpulan berita peristiwa, human interest story, hingga politik terangkum dalam Gorontalo Terpopuler, Rabu (21/5/2025).
Gorontalo populer ini merupakan berita lokal yang paling banyak dibaca sejak hari Selasa (20/5) kemarin.
Berita pertama mengenai pria di Gorontalo melecehkan anak kandungnya sejak usia 13 tahun.
Selanjutnya, 3 siswa MAN Insan Cendekia Gorontalo akan mewakili Indonesia di Olimpiade Internasional Korea Selatan.
Ada pula pendapat Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea mengenai semua daerah menerima opini WTP.
Berikut 3 berita lokal terpopuler yang dirangkum TribunGorontalo.com:
Seorang Pria di Gorontalo Lecehkan Anak Kandung Sejak Usia 13 Tahun, Dibawa ke Kebun hingga Hotel
Fakta mengejutkan terungkap! Seorang pria tega melecehkan anak kandung hingga berkali-kali.
Bahkan, penyelidikan polisi mengungkap jika tersangka melakukan perbuatannya di berbagai tempat, mulai dari rumah, kebun, hotel hingga dalam mobil.
Adapun perbuatan ini diungkapkan oleh Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Gorontalo, AKP Yuneike Bakri, Selasa (20/5/2025).
Kasus ini dilaporkan ke Polda Gorontalo pada 14 Februari 2025 dan saat ini telah memasuki tahap dua.
Menurut Yuneike, dugaan kekerasan ini terjadi sejak tahun 2017 ketika korban masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.
3 Siswa MAN Insan Cendekia Gorontalo Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional Korea Selatan
Tiga siswa dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Gorontalo kembali mengukir prestasi membanggakan.
Mereka terpilih sebagai satu dari lima tim terbaik di tingkat nasional untuk mewakili Indonesia di International Standard Olympiad.
Ajang ini akan digelar di Korea Selatan pada Agustus 2025 mendatang.
Ketiga siswa tersebut tergabung dalam Tim Quandy, yang terdiri dari Muzhaffar Achmad, Rizqiana Ligatu, dan Ayu Perangin.
Mereka semua adalah siswa-siswi kelas 11 MAN Insan Cendekia Gorontalo yang telah melalui proses seleksi ketat dan menunjukkan kemampuan luar biasa dalam bidang inovasi dan riset ilmiah.
Dalam ajang internasional ini, mereka akan mempresentasikan proyek ilmiah yang telah mereka kembangkan secara mandiri, lengkap dengan pemaparan dalam bahasa Inggris.
"Dan nanti mereka akan mempertanggungjawabkan kembali produk yang akan mereka buat lagi papernya," ujar Jasmaniar, Kepala MAN Insan Cendekia Gorontalo, Selasa (20/5/2025)
Baca juga: Profil Faradila Ratu Cindana Moo, Wanita Asal Tomeang Jadi Dosen Gorontalo Sejak Usia 25 Tahun
Semua Daerah Dapat Opini WTP dari BPK, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea: Saya Kurang Setuju
Pemerintah daerah se-Provinsi Gorontalo telah menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024.
Menanggapi hal ini, Adhan mengaku kurang sependapat dengan opini WTP yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tersebut.
“Jadi begini, alhamdulillah semua daerah dapat opini WTP. Tapi kalau ditanya saya, saya kurang setuju," ujar Adhan Dambea saat diwawancarai TribunGorontalo.com usai acara penyerahan LHP di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Gorontalo, Senin (19/5/2025) sore.
"Lima tahun saya jadi Wali Kota sebelumnya tidak pernah dapat WTP hanya WDP. Kenapa? Karena banyak persoalan yang belum diselesaikan, terutama masalah aset daerah,” tambahnya.
Kata Adhan, persoalan aset daerah merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan keuangan pemerintah. Menurutnya hal ini seharusnya menjadi perhatian utama dalam proses audit.
Ia bahkan menyoroti kondisi serupa di tingkat provinsi saat dirinya masih menjabat Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo.
“Semua daerah punya masalah aset, apalagi provinsi. Banyak sekali masalah aset daerah. Tapi anehnya kita dapat WTP. Ini justru tidak memotivasi untuk memperbaiki. Kalau terus-terusan WTP, orang jadi cuek saja,” tegasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.