Berita Populer
GORONTALO TERPOPULER: Ayah Lecehkan Anak Kandung - 3 Siswa Gorontalo Ikut Olimpiade Intenasional
Kumpulan berita peristiwa, human interest story, hingga politik terangkum dalam Gorontalo Terpopuler, Rabu (21/5/2025).
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Berita-populer-21-Mei-2025.jpg)
Ketiga siswa tersebut tergabung dalam Tim Quandy, yang terdiri dari Muzhaffar Achmad, Rizqiana Ligatu, dan Ayu Perangin.
Mereka semua adalah siswa-siswi kelas 11 MAN Insan Cendekia Gorontalo yang telah melalui proses seleksi ketat dan menunjukkan kemampuan luar biasa dalam bidang inovasi dan riset ilmiah.
Dalam ajang internasional ini, mereka akan mempresentasikan proyek ilmiah yang telah mereka kembangkan secara mandiri, lengkap dengan pemaparan dalam bahasa Inggris.
"Dan nanti mereka akan mempertanggungjawabkan kembali produk yang akan mereka buat lagi papernya," ujar Jasmaniar, Kepala MAN Insan Cendekia Gorontalo, Selasa (20/5/2025)
Baca juga: Profil Faradila Ratu Cindana Moo, Wanita Asal Tomeang Jadi Dosen Gorontalo Sejak Usia 25 Tahun
Semua Daerah Dapat Opini WTP dari BPK, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea: Saya Kurang Setuju
Pemerintah daerah se-Provinsi Gorontalo telah menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024.
Menanggapi hal ini, Adhan mengaku kurang sependapat dengan opini WTP yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tersebut.
“Jadi begini, alhamdulillah semua daerah dapat opini WTP. Tapi kalau ditanya saya, saya kurang setuju," ujar Adhan Dambea saat diwawancarai TribunGorontalo.com usai acara penyerahan LHP di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Gorontalo, Senin (19/5/2025) sore.
"Lima tahun saya jadi Wali Kota sebelumnya tidak pernah dapat WTP hanya WDP. Kenapa? Karena banyak persoalan yang belum diselesaikan, terutama masalah aset daerah,” tambahnya.
Kata Adhan, persoalan aset daerah merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan keuangan pemerintah. Menurutnya hal ini seharusnya menjadi perhatian utama dalam proses audit.
Ia bahkan menyoroti kondisi serupa di tingkat provinsi saat dirinya masih menjabat Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo.
“Semua daerah punya masalah aset, apalagi provinsi. Banyak sekali masalah aset daerah. Tapi anehnya kita dapat WTP. Ini justru tidak memotivasi untuk memperbaiki. Kalau terus-terusan WTP, orang jadi cuek saja,” tegasnya.