MAN Insan Cendekia Gorontalo
MAN Insan Cendekia Gorontalo Terpilih Masuk 12 SMA Unggul Garuda di Indonesia
MAN Insan Cendekia Gorontalo masuk 12 SMA Unggul Garuda di Seluruh Indonesia. Pemilihan lokasi 12 sekolah ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subian
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/29082022_Top-Sekolah_Man-Insan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - MAN Insan Cendekia Gorontalo masuk 12 SMA Unggul Garuda di Seluruh Indonesia.
Pemilihan lokasi 12 sekolah ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto dan telah diumumkan akhir April 2025 lalu
SMA Unggul Garuda ini dibangun untuk menciptakan lembaga pendidikan menengah atas berstandar internasional.
SMA ini akan fokus pada pengembangan kompetensi di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Kemendiktisaintek rencananya secara bertahap akan membangun 40 Sekolah Unggul Garuda yang akan dibangun ataupun di-exsisting di hampir semua provinsi sampai 2029.
Selain itu, dalam pembelajaran siswa akan menggunakan Kurikulum IB (International Baccalaureate).
Kemudian seluruh biaya sekolah akan digratiskan bagi siswa yang memenuhi persyaratan masuk SMA Unggulan Garuda.
SMA Unggulan Garuda ini bertujuan untuk tingkatkan kompetensi peserta didik yang berdaya saing global.
SMA Unggul Garuda rencananya menjadi sekolah berasrama agar para siswa bisa hidup bersama mengenal satu sama lain serta mengerti dan peka terhadap keragaman Indonesia sehingga ke depan mampu menjadi pemimpin yang arif dan bijaksana serta memiliki wawasan global dan kepekaan lokal.
Lalu apa syarat untuk masuk SMA Unggul Garuda?
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains Teknologi, Stelle Christie telah membocorkan sejumlah syarat untuk bisa masuk ke SMA Unggul Garuda.
"Penerimaan siswa baru di Sekolah Garuda akan didasarkan pada prestasi akademik, latar belakang ekonomi, dan asal geografis," kata Stella seperti dikutip dari akun Instagram Kantor Komunikasi Kepresidenan, Kamis (15/5/2025).
Stella mengatakan, latar belakang ekonomi dijadikan syarat untuk menyeimbangkan akses untuk putra putri bangsa yang belum tersentuh oleh pendidikan unggul. Sementara itu, asal geografis digunakan dalam rangka membentuk karakter kepemimpinan.
"Penggunaan asal geografis untuk membentuk karakter kepemimpinan bangsa yang memiliki wawasan global dan kepekaan lokal," tambah Stella.
Daftar 12 SMA/MA Unggul Garuda Transformasi :
1. SMA 10 Fajar Harapan Banda Aceh, Aceh
2. SMA Unggul Del, Sumatera Utara
3. MAN Insan Cendekia OKI, Sumatera Selatan
4. SMAN Unggul M.H. Thamrin, Jakarta
5. SMA Cahaya Rancamaya, Jawa Barat
6. SMA Pradita Dirgantara, Jawa Tengah
7. SMA Taruna Nusantara, Jawa Tengah
8. SMA Banua, Kalimantan Selatan
9. SMAN 10 Samarinda, Kalimantan Timur
10. MAN Insan Cendekia Gorontalo
11. SMA Siwalima Ambon, Maluku
12. SMA Averos, Papua
Sekolah Garuda Dibangun di Daerah Paling Membutuhkan
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Dikti Saintek), Prof Stella Christie, memastikan pembangunan Sekolah Garuda akan diarahkan ke daerah-daerah yang paling membutuhkan, berdasarkan pemetaan sumber daya manusia dan potensi lokal.
Prof Stella menegaskan langkah ini merupakan strategi pendidikan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun ekosistem sains dan teknologi secara menyeluruh, termasuk untuk menyiapkan generasi menuju perguruan tinggi.
“Untuk sekolah Garuda baru, tentu saja kita pertama-tama melihat dari daerah-daerah, kita petakan daerah-daerah mana yang dari sumber daya manusianya itu masih sungguh membutuhkan sekolah-sekolah untuk dibangun di sana,” ujar Prof Stella saat ditemui di Kantornya, Sabtu (17/5/2025).
Prof Stella mengungkapkan, pemilihan lokasi ini bukan sembarangan, melainkan merupakan arahan langsung dari Presiden.
“Soe ini sebenarnya pilihan langsung dari Bapak Presiden dan memang karena Bapak Presiden sangat mengerti bahwa sangat diperlukan sekali di daerah tersebut. Kebetulan saya dua kali sudah ke Soe,” katanya.
Wamen Stella Ungkap Sekolah Unggulan Garuda Tak Akan Terapkan Sistem Zonasi
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengungkapkan Sekolah Unggulan Garuda tidak akan menerapkan sistem zonasi.
Ia menuturkan, penerimaan Sekolah Garuda akan dilakukan terpusat. Siswa-siswa yang memenuhi kriteria kemudian disebarkan di sekolah-sekolah unggulan berasrama ini.
"Tidak akan digunakan sistem zonasi khusus untuk sekolah Garuda. Karena di sekolah Garuda penerimaan siswa akan dilakukan di pusat. Setelah itu kami akan sebarkan sehingga siswa-siswanya itu bisa sungguh bercampur di daerah Nabire, di Soe, ataupun di Belitung Timur," kata Stella dalam media briefing di Kantor Kemendikti Saintek, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5/2025).
Ia menuturkan, pemerintah menetapkan dua asas dalam penerimaan siswa, yakni kondisi ekonomi dan prestasi. Beasiswa pun akan diberikan sekitar 80 persen dari total murid, sementara 20 persen siswanya akan membayar mandiri.
"Kenapa berbayar? Karena kita juga ingin supaya mereka berbaur. Anak-anak yang dari ekonomi menengah atau ekonomi bawah harus juga bisa mengerti dan berteman dengan anak-anak dari ekonomi atas dan sebaliknya," ucap Stella.
Lebih lanjut ia menekankan, Sekolah Garuda bersifat inklusif karena negara memberikan peluang luas untuk semua siswa di Indonesia.
Ia pun menilai, Sekolah Garuda sulit dibilang eksklusif lantaran pembangunannya justru menyasar pada wilayah dengan sumber daya manusia yang membutuhkan akses pendidikan.
"Saya rasa sangat sulit kita bilang ini sekolah eksklusif, tapi dibangunnya di Nabire Papua Tengah atau dibangunnya di Belitung Timur. Tentu saja tidak (ekslusif), ini sekolah yang sangat inklusif," beber Stella.
Stella menuturkan, aksesnya diberikan seimbang termasuk kepada para penyandang disabilitas. Tidak akan ada perbedaan perlakuan kepada para siswa, karena tak ada kuota khusus.
"Jadi tidak ada perbedaan, tapi memang ada pemikiran bahwa itu harus bisa sangat inklusif. Apakah akan ada kuota khusus (untuk disabilitas) begitu? Tidak, tidak akan ada kuota khusus. Karena ini diberikan akses penyeimbang untuk semuanya," tandasnya.
Wamendikti Bantah Sekolah Unggulan Garuda Eksklusif
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie membantah sekolah unggulan Garuda adalah sekolah yang bersifat eksklusif.
Justru menurutnya, sekolah ini bersifat inklusif dan jauh berbeda dengan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang dihapus Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2013.
"(Sekolah Unggulan Garuda) ini adalah sekolah yang inklusif. Jadi bukan sekolah yang eksklusif. Sekolah yang inklusif, sehingga tentu saja kesempatan diberikan pada mereka juga yang disabilitas. Dan secara real ini akan dituangkan di sekolah Garuda baru," kata Stella di Kantor Kemendikti Saintek di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5/2025).
Ia menambahkan, sekolah besutan Presiden Prabowo Subianto ini membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siswa berprestasi dan siswa unggul dari kalangan kelas menengah ke bawah.
Sebab, pembangunan sekolah unggulan ini justru menyasar pada wilayah dengan sumber daya manusia yang membutuhkan akses pendidikan.
"Saya rasa sangat sulit kita bilang ini sekolah eksklusif, tapi dibangunnya di Nabire Papua Tengah atau dibangunnya di Belitung Timur. Tentu saja tidak (eksklusif), ini sekolah yang sangat inklusif," beber Stella.
Dari sisi akses pun, imbuh dia, juga akan diberikan secara seimbang termasuk kepada penyandang disabilitas.
"Jadi tidak ada perbedaan, tapi memang ada pemikiran bahwa itu harus bisa sangat inklusif. Apakah akan ada kuota khusus (untuk disabilitas) begitu? Tidak, tidak akan ada kuota khusus. Karena ini diberikan akses penyeimbang untuk semuanya," ungkap dia.
Lebih lanjut Stella menegaskan, pihaknya sudah mengunjungi calon Sekolah Unggulan Garuda di berbagai wilayah, baik yang baru maupun yang transformasi. (*/Kompas)
Syarat Masuk Sekolah Garuda, Wamendiktisaintek Stella Beri Bocoran
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Syarat Masuk Sekolah Garuda, Wamendiktisaintek Stella Beri Bocoran
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.