Gempa Bumi

Gempa Bumi Terjadi di Bone Bolango Gorontalo, Titiknya di Laut tapi Tak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 3,5 terjadi di wilayah tenggara Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, pada Senin (19/5/2025) pukul 10.29 Wi

Editor: Wawan Akuba
BMKG
GEMPA Mag:3.5, 19-May-2025 09:29:18WIB, Lok:0.07LS, 123.18BT (67 km Tenggara BONEBOLANGO-GORONTALO), Kedlmn:134 Km. Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 3,5 terjadi di wilayah tenggara Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, pada Senin (19/5/2025) pukul 10.29 Wita.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini berpusat pada koordinat 0,07° Lintang Selatan dan 123,18° Bujur Timur.

Titik ini sekitar 67 kilometer tenggara Bone Bolango, dengan kedalaman 134 kilometer.

Gempa ini termasuk dalam kategori gempa menengah, dengan pusat guncangan berada di bawah laut di zona kompleks subduksi antara lempeng Laut Maluku dan Sulawesi.

Kedalaman 134 kilometer menunjukkan bahwa energi gempa dilepaskan cukup jauh di dalam lapisan bumi.

Karena ituguncangan di permukaan cenderung melemah atau bahkan tidak dirasakan oleh sebagian besar warga.

Hingga berita ini ditulis, tidak ada laporan mengenai kerusakan atau guncangan yang dirasakan masyarakat di wilayah Bone Bolango, Kota Gorontalo, maupun wilayah sekitarnya.

Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, karena tidak cukup kuat dan tidak terjadi di zona sesar permukaan laut yang dangkal.

Wilayah Bone Bolango dan Gorontalo secara umum berada dalam kawasan aktif seismik yang dipengaruhi pergerakan lempeng mikro di sekitar Teluk Tomini dan Laut Maluku.

Meski tidak seintens kawasan subduksi besar seperti Sumatera dan Nusa Tenggara, aktivitas gempa di wilayah ini tetap patut diantisipasi, terutama yang berasal dari zona Benioff (zona gempa dalam).

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa bumi.

Edukasi mitigasi bencana, simulasi evakuasi, serta penguatan bangunan tempat tinggal dan fasilitas publik terhadap risiko gempa perlu terus ditingkatkan, terutama di wilayah-wilayah pesisir dan padat penduduk.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved