Remaja Tenggelam di Sungai Bolango
Kronologi Fauzan Gani Tenggelam di Sungai Bulango Gorontalo: Ternyata Lagi Buat Konten
Salah satunya Fauzan Gani (15) yang tenggelam di Sungai ini pada Sabtu (17/5/2025) kemarin. Dirinya tenggelam di Sungai Bulango saat tengah berenang
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Fauzan-Gani.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sungai Bulango di Kota Gorontalo kini tengah menjadi perhatian publik.
Sebab, di Sungai ini sudah banyak memakan korban.
Salah satunya Fauzan Gani (15) remaja yang tenggelam di Sungai ini pada Sabtu (17/5/2025) kemarin.
Dirinya tenggelam di Sungai Bulango saat tengah berenang bersama keempat temannya.
"Tanpa pengawasan orang dewasa, kelima anak tersebut nekat masuk ke sungai untuk berenang," ucap Ismet Niu, salah seorang warga.
Saat itu arus sungai Bulango cukup tenang, namun karena hujan yang mengguyur Kota Gorontalo beberapa hari membuat arus tiba-tiba berubah menjadi deras.
Karena di rasa tenang, Fauzan bersama teman-temannya melompat ke sungai.
Fauzan yang mengenakan celana pendek coklat, menjadi yang terakhir melompat di antara teman-temannya.
"Mereka secara bergantian melompat ke arah sungai, terakhir yang melompat adalah korban," tambah Ismet
Tak lama kemudian, Fauzan yang berada di tengah Ssngai tiba-tiba terseret arus.
Fauzan kata Ismet saat itu berusaha berenang melawan arus, namun hasilnya nihil.
Hal serupa juga dilontarkan Rony, salah satu warga di Kelurahan Siendeng, Kota Gorontalo.
Kata Rony, Fauzan bersama keempat temannya itu ternyata sedang membuat video konten.
“Mereka bilang lagi bikin konten, melompat ke sungai satu per satu. Fauzan yang lompat terakhir,” ujar Rony.
Namun, karena arus yang kuat Fauzan pun tak mampu bertahan.
Bahkan kata Rony, awalnya keempat teman Fauzan tak menyadari Fauzan tenggelam sebab Fauzan sempat muncul ke permukaan.
Begitu sadar salah satu temannya sudah tidak muncul, mereka pun berteriak meminta tolong.
Beberapa warga pun menuju lokasi dan melakukan pencarian darurat sembari menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tim SAR Gorontalo.
Di lokasi tempat Fauzan terakhir terlihat, warga menemukan sehelai baju yang diyakini miliknya sebelum tenggelam
Baju tersebut tergeletak di atas batu tak jauh dari titik lompatan.
Menggunakan perahu karet dan alat selam, Tim gabungan ini mulai menyisir aliran sungai dan titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
Sementara itu, masyarakat setempat juga memberikan bantuan dengan memberikan akses, penerangan, dan informasi kepada tim penyelamat.
Pihak keluarga korban turut berada di lokasi dengan perasaan cemas semabri menunggu kabar baik.
Kondisi arus sungai yang deras dan air yang keruh menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari.
Dihari pencarian korban, Minggu (19/5/2025) Fauzan belum juga didapatkan.
Pencarian yang dilakukan sejak pukul 06.30 Wita ini hingga pukul 12.25 Wita belum juga menemukan titik terang.
Tim pencarian pun mulai dengan menyusuri Sungai Bolango hingga muara dengan menggunakan perahu karet.
Beberapa orang pun ikut menyelam di titik rawan dengan harapan besar.
Sementara itu, petugas yang lain mengamankan di daratan.
Di pencarian hari kedua ini puluhan masyarakat pun ikut mencari keberadaan Fauzan.
Mereka secara sukarela menyusuri tebing dan semak-semak di sepanjang aliran sungai.
Gotong royong dan solidaritas menjadi tumpuan utama dalam pencarian ini.
Keluarga tampak harap-harap cemas melihat proses pencarian tersebut.
Pasalnya, sudah 18 jam Fauzan Gani dinyatakan hilang.
Mereka terus memanggil nama Fauzan serta merapalkan doa dengan dalam.
Harapan mereka kini hanya satu, Fauzan ditemukan, dalam keadaan apa pun.
(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.