Berita Sepak Bola

MU Gagal Lagi di Liga Inggris! Harapan ke Liga Champions Kini di Tangan Final Liga Europa

Kekalahan tipis 0-1 dari Chelsea di Stamford Bridge, Jumat (16/5/2025) dini hari WIB, memperpanjang puasa kemenangan mereka menjadi delapan laga berun

Editor: Wawan Akuba
mirror
CHELSEA 1-0 MANCHESTER UNITED -- Ruben Amorim butuh keajaiban untuk selamatkan Man Utd setelah kekalahan lain melawan Chelsea yang gugup. Pasukan Enzo Maresca memastikan kemenangan penting atas Setan Merah yang sedang berjuang, yang berarti mereka sekarang harus pergi ke Nottingham Forest dan menang untuk memastikan tempat di Liga Champions. 

TRIBUNGORONTALO.COM — Manchester United kembali gagal meraih kemenangan di Liga Inggris.

Kekalahan tipis 0-1 dari Chelsea di Stamford Bridge, Sabtu dini hari (17/5/2025) dini hari WIB, memperpanjang puasa kemenangan mereka menjadi delapan laga beruntun.

Kini, satu-satunya harapan untuk lolos ke Liga Champions musim depan hanyalah menang di final Liga Europa melawan Tottenham Hotspur lima hari lagi di Bilbao.

Malam di Stamford Bridge seharusnya menjadi momentum kebangkitan.

Ruben Amorim menurunkan skuad hampir penuh untuk menjaga ritme menjelang partai puncak di Eropa.

Baca juga: Arsenal Siap Pecahkan Rekor Transfer Demi Striker Haus Gol! Arteta Beri Kode Keras

Namun, penampilan MU justru kembali mencerminkan masalah lama: tidak solid, tidak konsisten, dan seperti kehilangan arah.

Meski tampil cukup agresif di awal babak pertama dan kedua, United tetap gagal mengonversi peluang menjadi gol.

Gol Harry Maguire di menit ke-15 sempat membuat harapan menyala, tetapi VAR membatalkan karena offside tipis.

Setelah itu, performa United mulai meredup—dan Chelsea mencium darah.

Suporter Setan Merah yang setia datang ke London tetap memberi dukungan tanpa henti.

Chant pujian untuk Amorim terus menggema, menyiratkan harapan akan “masa kejayaan yang kembali.” Namun di lapangan, kenyataannya jauh dari romantisme itu.

Mason Mount, mantan pemain Chelsea yang kini berseragam MU, menjadi sasaran siulan keras dari publik Stamford Bridge setiap kali menyentuh bola.

Mount juga gagal menjawab tekanan itu—sebuah peluang besar di babak pertama terbuang percuma.

Ruben Amorim memilih untuk tidak mengistirahatkan para pemain utama, mungkin berharap laga ini menjadi ujian sekaligus persiapan mental menjelang final.

Tapi penampilan para pemain justru semakin menunjukkan betapa rapuhnya mentalitas tim.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved