Motor vs Truk Sampah di Gorontalo
5 Fakta Kecelakaan Maut Riski Nadu di Kota Gorontalo, Ibu Korban Menangis Histeris
Hal itu setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak truk pengangkut sampah di Jalan Pangeran Hidayat, Kota Gorontalo, Sabtu (17/5/2025) dini hari
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/LAKA-LANTAS-DI-KOTA-GORONTALOKeluarga-korban-saat-berada-di-rumah-sakit.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut nyawa warga Gorontalo.
Seorang pemuda bernama Riski Nadu (25), warga Kelurahan Limba B, Kecamatan Kota Selatan, tewas di tempat.
Hal itu setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak truk pengangkut sampah di Jalan Pangeran Hidayat, Kota Gorontalo, Sabtu (17/5/2025) dini hari.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua di jalur-jalur utama Kota Gorontalo.
Baca juga: 2 Preman Bawa Samurai Bikin Onar di Pasar Sentral Kota Gorontalo hingga Aniaya Warga
Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 Wita di ruas jalan yang tidak terlalu padat, namun tetap dilintasi kendaraan besar seperti truk milik dinas kebersihan.
Yang membuat suasana makin haru, tangisan histeris ibu korban menggema di kamar jenazah RSUD Aloei Saboe saat mengetahui anaknya telah meninggal dunia.
Ia terus memanggil-manggil nama Riski, anak bungsu dari dua bersaudara yang belum menikah, sementara ayah korban diketahui sedang menderita stroke dan tidak dapat hadir di rumah sakit.
Berikut lima fakta penting dari kecelakaan maut yang mengguncang keluarga korban dan menjadi perhatian masyarakat:
1. Kecelakaan Terjadi Pukul 04.30 Wita di Jalan Pangeran Hidayat
Peristiwa terjadi saat fajar, sekitar pukul 04.30 Wita, tepat di depan sebuah rumah makan di Jalan Pangeran Hidayat, Kota Gorontalo.
Menurut keterangan warga, Riski mengendarai sepeda motor dalam kecepatan tinggi dari arah utara, lalu menabrak bagian belakang truk pengangkut sampah yang sedang berada di jalurnya.
2. Korban Meninggal di Tempat, Diduga Kehabisan Darah
Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan langsung meninggal dunia di tempat kejadian.
Salah satu warga yang turut membantu mengevakuasi menyebut, darah keluar dari telinga korban dan korban sempat masuk ke kolong mobil.
Meskipun sempat dibawa ke RSUD Aloei Saboe, nyawanya tidak tertolong.
Dugaan warga, korban berada di bawah pengaruh minuman beralkohol saat mengendarai motor.
3. Jenazah Tiba di Rumah Sakit Sekitar Pukul 06.00 Wita
Jenazah korban tiba di ruang jenazah RSUD Aloei Saboe sekitar pukul 06.00 Wita.
Menurut Koordinator Ruang Jenazah, Anis Ismail, pihak rumah sakit segera melakukan tindakan pembersihan dan perawatan jenazah.
“Kami sudah perban di bagian kepala karena darahnya masih keluar dari telinga,” kata Anis. Jenazah dimasukkan ke freezer pada pukul 06.25 Wita.
4. Tangisan Ibu Korban Pecah di Kamar Jenazah
Sekitar pukul 12.10 Wita, suasana haru pecah di ruang jenazah saat keluarga korban datang menjemput.
Ibu Riski menangis histeris melihat jasad anaknya. Ia memeluk tubuh anaknya sambil terus memanggil nama Riski.
Beberapa keluarga memeluk sang ibu, menenangkannya dengan kata-kata penuh duka.
“Yang sabar ya, yang sabar,” ujar salah satu kerabat perempuan.
5. Korban Anak Bungsu, Ayahnya Sedang Sakit Stroke
Dari penuturan sepupu korban, Riski adalah anak bungsu dari dua bersaudara dan belum menikah.
“Hanya bersaudara dua mereka ini kasihan, dua-dua belum menikah,” ucapnya.
Ayah Riski sedang sakit stroke sehingga tidak bisa datang ke rumah sakit, hanya ibunya yang hadir sejak pagi.
Pihak kepolisian hingga kini masih mendalami kejadian dan mengumpulkan data di lapangan.
Belum ada keterangan resmi terkait hasil olah TKP maupun dugaan penyebab kecelakaan. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati berkendara, terutama di waktu dini hari. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.