Gempa Bumi
Terkini! Gempa Bumi Guncang Pulau Jawa Jumat Malam 15 Mei 2025, Titik di Perairan Pangandaran
Gempa bumi dengan magnitudo 2,3 terjadi di wilayah selatan Pulau Jawa pada Kamis, 16 Mei 2025, pukul 17.57 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/UPDATE-GEMPA-REAL-TIME-Gempa-Magnitudo-23-Guncang-Selatan-Jawa.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi dengan magnitudo 2,3 terjadi di wilayah selatan Pulau Jawa pada Kamis, 16 Mei 2025, pukul 17.57 WIB.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini berpusat di koordinat 7,88 Lintang Selatan dan 108,23 Bujur Timur, dengan kedalaman 32 kilometer.
Episenter gempa berada di wilayah laut, sekitar 80 kilometer selatan dari Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tepatnya di perairan Samudra Hindia.
Dengan kedalaman 32 kilometer dan magnitudo 2,3, gempa ini termasuk kategori lemah dan berada pada zona dangkal-menengah.
Karakteristik dan Dampak
Magnitudo 2,3 tergolong sangat kecil dalam skala kegempaan dan umumnya tidak dirasakan oleh manusia, kecuali pada kondisi tertentu seperti jika terjadi sangat dekat permukaan tanah atau tepat di bawah permukiman.
Dengan kedalaman 32 kilometer, gempa ini bersumber dari aktivitas tektonik dangkal yang umum terjadi di zona subduksi selatan Jawa, yaitu tempat Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
Gempa seperti ini adalah bagian dari aktivitas alamiah di zona megathrust selatan Jawa, yang merupakan salah satu jalur kegempaan paling aktif di Indonesia.
Namun, karena intensitasnya rendah, gempa ini tidak menimbulkan kerusakan maupun potensi tsunami.
Zona Rawan dan Mitigasi
Pantai selatan Jawa, termasuk wilayah Pangandaran, Cilacap, dan sekitarnya, merupakan wilayah dengan potensi gempa dan tsunami yang tinggi akibat keberadaan zona subduksi aktif.
Oleh karena itu, meskipun gempa kali ini sangat kecil, upaya mitigasi tetap penting dilakukan.
Mitigasi mencakup sistem peringatan dini, pembangunan jalur evakuasi, edukasi masyarakat terkait kesiapsiagaan gempa, serta penguatan struktur bangunan sesuai standar tahan gempa.
Daerah pesisir selatan juga perlu memperhatikan perencanaan tata ruang berbasis risiko bencana.
Redaksi TribunGorontalo.com akan terus memperbarui informasi resmi dari BMKG terkait aktivitas gempa bumi di wilayah Indonesia.