Sabtu, 14 Maret 2026

Berita Haji Gorontalo

Koper Calon Jemaah Haji Gorontalo Mulai Masuk Asrama, Berat Dibatasi 32 Kg

Suasana Asrama Haji Gorontalo mulai dipadati para jemaah haji asal Provinsi Gorontalo sejak Jumat (16/5/2025) pagi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Koper Calon Jemaah Haji Gorontalo Mulai Masuk Asrama, Berat Dibatasi 32 Kg
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
JAMAAH HAJI : Suasana pengantaran koper jamaah haji Gorontalo di embarkasi haji, Jumat (16/5/2025). Para jamaah haji mulia mengantar koper. FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Suasana Asrama Haji Gorontalo mulai dipadati para jemaah haji asal Provinsi Gorontalo sejak Jumat (16/5/2025) pagi.

Mereka datang satu per satu membawa koper masing-masing untuk diserahkan kepada panitia embarkasi haji.

Pengumpulan koper ini merupakan bagian dari tahapan keberangkatan haji tahun 2025 yang dijadwalkan berlangsung sesuai instruksi Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo kepada seluruh Kemenag kabupaten/kota.

Koper-koper tersebut akan ditimbang pada Sabtu (17/5/2025), sebelum diberangkatkan ke Bandara Internasional Jalaluddin Gorontalo.

“Besok akan dilakukan penimbangan yang melibatkan seluruh stakeholder terkait,” ujar Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Mansur Basir.

Ia menjelaskan, penimbangan ini tidak bisa dilakukan sembarangan.

Ada sederet pihak yang terlibat untuk memastikan setiap koper jemaah memenuhi syarat penerbangan internasional.

Pihak-pihak tersebut antara lain Bandara Jalaluddin, maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air, Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Bea Cukai, serta Kantor Pos.

“Pihak-pihak inilah yang nanti akan sangat berkepentingan dengan koper bagasi,” kata Mansur.

Total ada 969 koper yang dikumpulkan hari ini, sesuai jumlah jemaah dari kloter 28, 30, dan 32.

Saat proses pengecekan, petugas dari Bandara Jalaluddin akan memverifikasi isi koper sesuai standar keselamatan penerbangan.

Di sisi lain, Kantor Pos akan bertanggung jawab mengawal distribusi koper hingga tiba di bandara.

“Ini sudah kami sampaikan kepada seluruh jamaah pada pertemuan beberapa hari lalu,” jelas Mansur.

Dalam pertemuan itu pula, disampaikan daftar barang-barang yang dilarang masuk ke dalam koper jemaah.

Termasuk barang-barang yang tak boleh masuk ke wilayah Arab Saudi maupun melewati pos pemeriksaan Bea Cukai di bandara.

“Kalau ada barang tidak sesuai ketentuan, dan terdeteksi saat X-ray, maka barang tersebut akan disita,” tegas Mansur.

Namun sejauh ini, ia mengklaim bahwa selama 18 tahun Gorontalo menjadi embarkasi haji, belum pernah ditemukan barang terlarang dalam koper jemaah.

Kendati begitu, temuan minor seperti makanan yang tidak dikemas dengan aman tetap ada.

“Kalau ada makanan yang kemasannya tidak aman, biasanya hanya diminta untuk dikemas ulang (repacking),” tambahnya.

Selain koper, barang lain yang masuk dalam bagasi seperti kursi roda milik jemaah juga mulai dikumpulkan hari ini dan akan ditimbang besok.

Setelah proses penimbangan selesai, panitia akan menyusun berita acara dan menyerahkannya kepada pihak bandara serta maskapai penerbangan yang akan membawa jemaah ke Tanah Suci, yakni Garuda Indonesia.

Berat maksimal koper jemaah untuk penerbangan internasional ditetapkan sebesar 32 kilogram.

Untuk menghindari koper tertukar, Kemenag telah menginstruksikan agar setiap koper ditempeli identitas lengkap jemaah.

Identitas tersebut meliputi nama, nomor paspor, embarkasi, kloter, dan nomor rombongan. Selain itu, koper juga diberi warna berbeda sesuai rombongan.

“Memang tingkat tertukarnya koper jemaah itu kecil kalau dari sini (Gorontalo),” ujar Mansur.

Pantauan TribunGorontalo.com, sejumlah jemaah mulai berdatangan ke Asrama Haji sejak pagi.

Mereka datang menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari mobil pribadi hingga bentor (becak motor), membawa koper besar berisi perlengkapan ibadah dan keperluan pribadi selama di Arab Saudi.

Setibanya di lokasi, para jemaah diarahkan masuk ke aula asrama untuk melakukan registrasi.

Selanjutnya, koper mereka disortir dan dikelompokkan berdasarkan kloter dan rombongan oleh petugas panitia.

Salah satu jemaah, Alwiyah Busana, mengaku bersyukur karena semua proses persiapan haji sudah dijalani dengan baik.

“Alhamdulillah semua persiapan sudah saya ikuti dari awal. Saya juga sudah pastikan tidak membawa barang-barang yang dilarang. Tinggal menjaga kesehatan dan kesiapan fisik untuk ibadah,” ujar Alwiyah kepada TribunGorontalo.com.

Ia juga memuji ketertiban dan pelayanan panitia yang dinilai sangat membantu para jemaah.

“Panitia sangat membantu dan tertib, ini membuat kami sebagai jemaah merasa tenang dan siap berangkat,” pungkasnya. (*/Jian)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved