Berita Viral
Viral SMK di Purwokerto Adakan Wisuda Seperti Perguruan Tinggi, Pakai Toga hingga Kalung Gordon
Tak hanya para siswa, jajaran guru dan kepala sekolah pun mengenakan jubah toga berikut dengan atribut layaknya dosen atau rektor dalam acara wisuda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SMK-adakan-Wisuda-Layaknya-Perguruan-Tinggi-ncdf.jpg)
Namun, aduan masyarakat tetap akan ditindaklanjuti apabila terbukti terjadi pungutan yang merugikan siswa.
"Kalau swasta, itu urusan yayasan."
"Tapi, kalau ada aduan, pasti akan diproses dan jika terbukti ada pungutan yang tidak semestinya, harus dikembalikan," terangnya.
Baca juga: Jadwal KM Kelimutu Kapal Pelni Mei 2025: Hari Ini Berangkat dari Pontianak ke Semarang
Gelar Istighosah
Jauh sebelum viral prosesi kelulusan, isak tangis mewarnai acara istighotsah dan doa bersama yang dilakukan pelajar SMK Citra Bangsa Mandiri (CBM) Purwokerto Jumat (1/4/2019) di gedung olah raga sekolah setempat.
Dikutip dari situs resmi Pemprov Jawa Tengah, sebanyak 659 siswa hadir dalam acara yang digelar sebagai persiapan menjelang ujian tahun ini.
Dalam acara doa bersama itu, para siswa tak kuasa menahan tangis saat memanjatkan doa kepada Allah SWT Tuhan Maha Esa.
Mereka saling berpelukan membuat suasana semakin haru.
Mereka tak kuasa menahan air mata.
Sebelum mengikuti Istighosah, para siswa diajak sholat duha dan sholat hajat berjamaah yang dipimpin imami oleh Guru Agama Islam. Saifudin,S.Pd.I. Dilanjutkan dzikir berjamaah dan tausiyah oleh AKP pujiono SH, MM
Kepala Sekolah SMK CBM Purwokerto Siti Rochaenah Widiarti mengatakan Istighosah digelar sebagai bentuk persiapan anak-anak yang akan menempuh ujian baik UNBK, USBN dan UKK.
Baca juga: Jadwal KM Tilongkabila Kapal Pelni Mei 2025: Hari Ini Berangkat dari Bima ke Lembar
“Semua angkatan mengikuti kegiatan ini baik kelas 10, 11 dan 12. Ini adalah bagian usaha dari sekolah untuk mempersiapkan secara rohani dan mental agar tenang dalam menghadapi ujian,” katanya
Widi berharap semua siswa nanti diberikan kemudahan dalam mengerjakan ujian, diberikan petunjuk sehingga bisa menghasilkan nilai yang diharapkan dan bisa menggapai apa yang dicita-citakan.
“Istighosah dan doa bersama ini juga untuk mendekatkan diri dengan Tuhan. Sebab, dalam sebuah kehidupan dan menjalani sesuatu itu tidak hanya butuh usaha keras. Sebagai manusia harus berusaha secara lahiriah dan batiniah,” katanya.
Saat doa bersama berlangsung Ustad Pujiono meminta siswa yang merupakan anak yatim maupun piatu untuk berdiri di depan panggung untuk memimpin doa Istighosah.
“Dengan dipimpin oleh anak yatim semoga doa kita terkabul mengingat doa anak yatim itu mustajab,” katanya
Sabrina Oktavianingrum Kelas XII Keperawatan 1 mengaku terharu karena secara bersama memanjatkan doa kepada Sang Maha Agung yaitu Allah SWT.
“Semoga di angkatan ini bisa mendapatkan nilai terbaik dan memuaskan. Kegiatan ini menjadi penyemangat lebih untuk terus berjuang, belajar keras dan istiqomah dalam beribadah dan berdoa,” katanya
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com