Berita Viral
Viral SMK di Purwokerto Adakan Wisuda Seperti Perguruan Tinggi, Pakai Toga hingga Kalung Gordon
Tak hanya para siswa, jajaran guru dan kepala sekolah pun mengenakan jubah toga berikut dengan atribut layaknya dosen atau rektor dalam acara wisuda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SMK-adakan-Wisuda-Layaknya-Perguruan-Tinggi-ncdf.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Publik dihebohkan dengan adanya prosesi kelulusan siswa di SMK Citra Bangsa Mandiri Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Acara wisuda ini menarik perhatian masyarakat lantaran proses kelulusan ini digelar layaknya wisuda perguruan tinggi, lantas bukankah adanya larangan tentang wisuda di tingkat SMK?
Video yang viral itu satu di antaranya diunggah akun instagram @undercover.id pada Senin (12/5/2025).
Dalam video tersebut, terlihat puluhan siswa yang dinyatakan lulus mengenakan toga layaknya acara wisuda di perguruan tinggi.
Tak hanya para siswa, jajaran guru dan kepala sekolah pun mengenakan jubah toga berikut dengan atribut layaknya dosen atau rektor dalam acara wisuda perguruan tinggi.
Dalam video tersebut, acara kelulusan juga terlihat berbeda dengan sekolah pada umumnya.
Konsep acara kelulusan dibentuk mirip seperti prosesi wisuda perguruan tinggi.
Baca juga: Profil Andi Ilham Ketua GRIB Jaya Gorontalo, Pernah Maju Pilkada 2024
Para siswa yang lulus menggunakan toga, selempang serta menjalani prosesi pemindahan tali toga oleh kepala sekolah.
"SMK Citra Bangsa Mandiri (CBM) Purwokerto menjadi sorotan publik. Mereka menggelar wisuda kelulusan dengan konsep mirip wisuda perguruan tinggi," tulis admin @undercover.id pada Senin (12/5/2025).
"Pada acara wisuda tersebut, para siswa yang lulus menggunakan toga, slempang, serta ada prosesi pemindahan tali toga yang biasanya identik dengan lulusan sarjana," jelasnya.
Video yang viral itu memicu berbagai reaksi dari netizen.
Sebagian merasa acara itu berlebihan dan tidak sesuai dengan tradisi pendidikan di Indonesia.
Sementara yang lain menganggapnya sebagai inovasi yang menarik.
"Kepala SMK CBM Purwokerto, Prisillia Mutiara Sari menjadi sorotan atas keputusan menggelar acara wisuda dengan konsep tersebut," tulis admin @undercover.id.
@yongkiabraham_: gua cape kuliah nimba ilmu dan demi pake toga, kalian seenak jidat pake dengan berdalih mau ngerasain pake toga
Baca juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini Besok 14 Mei 2025: Cinta, Kesehatan, Karir dan Keuangan
@bayu1516: Inilah kenapa lebih penting PENDIDIKAN di banding MAKAN SIANG GRATIS
@za_nadhiya1306: Too much itu mah keknya gurunya yg pengin pakai pakaian kek gtu
@ginanjarrahmawan: Lagi dan lagi.. Tiap tahun selalu ada gini
@algraphy.id: Kita itu memang suka yang begini ini… walau entah lulusannya bagaimana skill dan pengetahuannya. Penting gini aja dulu
@Dibtsan: Woillaahhh gua melek siang malem nyelesaiin skripsi demi make toga lah ini seenak jidat cuma SMK bisa make toga dong
@rieffanddy: Padahal perjuangan memakai baju khas wisuda dengan toga itu sangat panjang. Bukan sekedar UN saja. Pengulangan Matkul, bikin Esai, proposal lanjut skripsi. Ngejar waktu buat bimbingan dgn dosen, revisi berkali2. Sidang dengan karya ilmiah yg di buat.. Cuma bisa tertawa melihat video tsb
@meelamania: Sbg guru, sbg pendidik, masa sih gak paham arti toga? Arti dari setiap atribut yg mereka gunakan dibadan? Arti dari wisuda itu sendiri?
@ikin_rislia88: Guru cosplay professor
@habibsyadzily: Mungkin sebentar lagi, lulus pelatihan singkat pun akan disambut dengan toga, slempang, dan pemindahan tali, seolah-olah makna akademik bisa dipinjam lewat dekorasi. Tapi tenang saja, selama ada panggung megah dan kamera, siapa peduli pada esensi pendidikan? Yang penting terlihat prestisius di Instagram, bukan?
@dga.sg17: Pemindahan tali toga dari kiri ke kanan pada upacara wisuda adalah simbol resmi dari peralihan status mahasiswa menjadi lulusan. Tali toga di kiri melambangkan masa studi dan bimbingan, sedangkan di kanan menunjukkan kesiapan untuk memasuki dunia kerja atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi, serta penerapan ilmu dalam kehidupan nyata.
Klarifikasi Kepala Sekolah
Dikutip dari Tribun Banyumas, Kepala Seksi SMA dan SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Jawa Tengah, Dwi Sucipto menjelaskan, larangan mengadakan wisuda kelulusan dengan memungut biaya hanya berlaku bagi sekolah negeri.
"Larangan pungutan hanya untuk sekolah negeri, mulai dari SD, SMP, hingga SMA dan SMK," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (11/5/2025).
Menurut Dwi, satuan pendidikan negeri dilarang memungut biaya dari siswa untuk kegiatan apapun, termasuk kegiatan wisuda atau pelepasan siswa.
Apabila ada pelanggaran di sekolah negeri, Dinas Pendidikan memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti dan meminta pengembalian biaya kepada siswa atau wali.
Sementara itu, untuk kasus wisuda di sekolah swasta, seperti di SMK Citra Bangsa Mandiri, pengawasan menjadi tanggung jawab pihak yayasan.
Namun, aduan masyarakat tetap akan ditindaklanjuti apabila terbukti terjadi pungutan yang merugikan siswa.
"Kalau swasta, itu urusan yayasan."
"Tapi, kalau ada aduan, pasti akan diproses dan jika terbukti ada pungutan yang tidak semestinya, harus dikembalikan," terangnya.
Baca juga: Jadwal KM Kelimutu Kapal Pelni Mei 2025: Hari Ini Berangkat dari Pontianak ke Semarang
Gelar Istighosah
Jauh sebelum viral prosesi kelulusan, isak tangis mewarnai acara istighotsah dan doa bersama yang dilakukan pelajar SMK Citra Bangsa Mandiri (CBM) Purwokerto Jumat (1/4/2019) di gedung olah raga sekolah setempat.
Dikutip dari situs resmi Pemprov Jawa Tengah, sebanyak 659 siswa hadir dalam acara yang digelar sebagai persiapan menjelang ujian tahun ini.
Dalam acara doa bersama itu, para siswa tak kuasa menahan tangis saat memanjatkan doa kepada Allah SWT Tuhan Maha Esa.
Mereka saling berpelukan membuat suasana semakin haru.
Mereka tak kuasa menahan air mata.
Sebelum mengikuti Istighosah, para siswa diajak sholat duha dan sholat hajat berjamaah yang dipimpin imami oleh Guru Agama Islam. Saifudin,S.Pd.I. Dilanjutkan dzikir berjamaah dan tausiyah oleh AKP pujiono SH, MM
Kepala Sekolah SMK CBM Purwokerto Siti Rochaenah Widiarti mengatakan Istighosah digelar sebagai bentuk persiapan anak-anak yang akan menempuh ujian baik UNBK, USBN dan UKK.
Baca juga: Jadwal KM Tilongkabila Kapal Pelni Mei 2025: Hari Ini Berangkat dari Bima ke Lembar
“Semua angkatan mengikuti kegiatan ini baik kelas 10, 11 dan 12. Ini adalah bagian usaha dari sekolah untuk mempersiapkan secara rohani dan mental agar tenang dalam menghadapi ujian,” katanya
Widi berharap semua siswa nanti diberikan kemudahan dalam mengerjakan ujian, diberikan petunjuk sehingga bisa menghasilkan nilai yang diharapkan dan bisa menggapai apa yang dicita-citakan.
“Istighosah dan doa bersama ini juga untuk mendekatkan diri dengan Tuhan. Sebab, dalam sebuah kehidupan dan menjalani sesuatu itu tidak hanya butuh usaha keras. Sebagai manusia harus berusaha secara lahiriah dan batiniah,” katanya.
Saat doa bersama berlangsung Ustad Pujiono meminta siswa yang merupakan anak yatim maupun piatu untuk berdiri di depan panggung untuk memimpin doa Istighosah.
“Dengan dipimpin oleh anak yatim semoga doa kita terkabul mengingat doa anak yatim itu mustajab,” katanya
Sabrina Oktavianingrum Kelas XII Keperawatan 1 mengaku terharu karena secara bersama memanjatkan doa kepada Sang Maha Agung yaitu Allah SWT.
“Semoga di angkatan ini bisa mendapatkan nilai terbaik dan memuaskan. Kegiatan ini menjadi penyemangat lebih untuk terus berjuang, belajar keras dan istiqomah dalam beribadah dan berdoa,” katanya
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.