Berita Gorontalo
Tak Sekadar Tren, RIOT Gorontalo Budayakan Lari Sebagai Gaya Hidup Sehat
Berdiri sejak 8 November 2017, komunitas ini bertujuan menjadikan lari sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KOMUNITAS-LARI-RIOT-Gorontalo-rupanya-adalah-komunitas-jaringan-nasional.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Olahraga lari sedang populer di Gorontalo dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, bagi komunitas RIOT Gorontalo, lari bukan hanya tren sesaat.
Berdiri sejak 8 November 2017, komunitas ini bertujuan menjadikan lari sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Gorontalo.
Ketua RIOT Gorontalo, Vera Anastasia Kusumawardani Abudi, menjelaskan bahwa komunitas ini tumbuh dari kecintaan pada lari.
Juga dari keinginan untuk mempererat hubungan sosial serta kesehatan.
RIOT terbuka bagi siapa saja yang menyukai lari dan bersedia melakukannya secara rutin. Saat ini, ada 95 anggota aktif.
"Kami tidak menetapkan syarat yang berat. Cukup dengan mencintai olahraga lari dan bersedia konsisten, siapa pun bisa menjadi bagian dari RIOT Gorontalo," kata Vera.
RIOT Gorontalo tidak terkait dengan organisasi atau merek komersial mana pun.
Mereka rutin mengadakan latihan bersama (running bareng) pada hari kerja dan akhir pekan dengan berbagai jenis latihan seperti pemulihan, interval, kekuatan, santai, dan jarak jauh.
Tujuannya adalah meningkatkan performa anggota dan mempererat hubungan.
Bergabung dengan RIOT Gorontalo memberikan manfaat fisik, mental, dan sosial.
Banyak anggota merasa lebih bugar, mental lebih baik, dan memiliki teman baru.
"Kami percaya bahwa lari bukan sekadar olahraga, tetapi cara untuk menjaga keseimbangan hidup. Banyak anggota yang merasa lebih positif, lebih sehat, dan punya semangat baru sejak bergabung," tambah Vera.
Salah satu fokus utama RIOT Gorontalo adalah mengajak masyarakat luas untuk hidup sehat melalui lari.
Mereka rutin mengadakan social run dua kali seminggu dan membuat konten edukatif di Instagram RIOT Indonesia.
Harapannya, lari menjadi aktivitas yang menyenangkan dan mudah dilakukan oleh semua orang di Gorontalo.
"Kami ingin lari menjadi budaya. Bukan sekadar tren sesaat, tetapi bagian dari gaya hidup masyarakat Gorontalo," pungkas Vera.
RIOT Gorontalo membuktikan bahwa komunitas dapat berperan penting dalam membentuk pola hidup sehat di masyarakat.
Perlu diketahui, komunitas lari RIOT Gorontalo ternyata merupakan bagian dari jaringan komunitas lari besar yang pertama kali muncul di Kuta, Bali, pada tahun 2016.
Nama "RIOT" sendiri adalah singkatan dari "Running Is Our Therapy", yang memiliki makna bahwa lari dapat menjadi terapi untuk meraih hidup yang sehat.
Tujuan utama komunitas RIOT secara nasional adalah untuk menyebarkan semangat lari ke seluruh penjuru Indonesia.
Hingga saat ini, RIOT Indonesia telah berhasil mengembangkan visinya ke 15 kota di Indonesia, termasuk Bali, Jakarta, Surabaya, Banjarmasin, Lombok, Gorontalo, Palu, Bandung, Solo, Makassar, Yogyakarta, Kendari, Balikpapan, Malang, dan Manado.
Tak heran, RIOT menjadi salah satu komunitas lari terbesar di Tanah Air.
Komunitas RIOT di berbagai kota, termasuk Gorontalo, memiliki anggota yang beragam, mulai dari usia 20 hingga 50 tahun, dan berasal dari berbagai latar belakang profesi.
Menariknya, sejumlah besar anggota RIOT adalah para dokter, yang umumnya telah memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya kesehatan.
Namun, komunitas ini juga merangkul pelajar, anggota kepolisian, pegawai negeri sipil (PNS), karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pekerja hotel, anggota TNI, dan berbagai profesi lainnya.
Untuk bergabung dengan RIOT, tidak ada persyaratan khusus yang rumit.
Calon anggota dapat langsung menghubungi melalui Direct Message (DM) akun Instagram resmi RIOT Indonesia atau menghubungi chapter RIOT yang sesuai dengan domisili mereka, termasuk RIOT Gorontalo.
Namun, setelah resmi menjadi bagian dari RIOT, anggota diharapkan untuk aktif mengikuti latihan bersama yang biasanya diadakan setiap minggu, dengan target kehadiran 6 hingga 7 kali pertemuan.
Bergabung dengan komunitas lari RIOT membuka kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan inspiratif.
Meskipun setiap chapter RIOT di berbagai kota memiliki aktivitas yang berbeda-beda, semangat kebersamaan dan tujuan untuk memasyarakatkan lari tetap menjadi benang merah.
Sebagai contoh, RIOT chapter Surabaya rutin mengadakan kegiatan lari dua kali seminggu, yaitu pada Kamis malam dan Minggu pagi di Taman Apsari Surabaya.
Dalam setiap sesi lari, anggota diajak menempuh jarak maksimal 5 hingga 10 kilometer, yang disesuaikan dengan kemampuan dan ketahanan masing-masing individu.
Komunitas RIOT secara nasional juga aktif berpartisipasi dalam berbagai lomba maraton yang diadakan di berbagai daerah di Indonesia.
RIOT chapter Makassar, contohnya, tercatat aktif mengikuti ajang lari bergengsi seperti Pocari Marathon Bandung, Maybank Marathon Bali, dan Borobudur Marathon.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.