Berita Viral
Gegara Dendam Kesumat, Pria di Palembang Dibacok Orang Tak Dikenal Saat Hendak Ijab Kabul
Gegara punya dendam, Pria di Palembang ini diserang lima orang tak dikenal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Hdjdndj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Gegara punya dendam, Pria di Palembang ini diserang lima orang tak dikenal.
Padahal dirinya hendak menjalani ijab kabul.
Yap, prenyerangan terhadap pria ini dilakukan di momen penting dalam hidupnya.
Dilansir dari TribunBatam.com, pria tersebut bernama Ahmad Anda (30).
Dirinya diserang oleh lima kawanan bersenjata.
Selain membawa senjata tajam, lima orang penyerang ternyata bersenjata pistol.
Bahkan saat penyerangan, pelaku sempat meletuskan dua kali tembakan.
Minggu pagi sekira pukul 09.00 WIB, Ahmad turun dari mobil yang membawanya ke lokasi pernikahan.
Ia mengenakan pakaian adat.
Semula tak ada yang mencurigakan.
Tiba-tiba para pelaku langsung mendekat dan mengayunkan senjata tajam ke arah korban.
Korban seketika lari dari mobil dan menjauh, namun para pelaku tetap mengejar korban yang bernama Ahmad Anda (30) yang masih mengenakan pakaian adat.
Sontak Peristiwa itu membuat semua tahu undangan dan keluarga teriak, terdengar pula suara tembakan pada video tersebut.
"Korban turun dari mobil warna merah terus rombongan pelaku turun dari mobil warna abu-abu. Pelakunya empat orang langsung bacok korban," ujar Aidil, calon kakak ipar korban.
Korban langsung kabur dan dikejar-kejar oleh keempat pelaku.
Bahkan satu diantaranya membawa senjata pistol.
"Saya dengar ada dua kali tembakan tadi. Korban dibacok di tangan dan kaki, selebihnya saya tidak lihat waktu mereka kejar-kejaran," katanya.
Kapolsek Seberang Ulu I AKP Heri mengatakan saat ini pihaknya bersama Satreskrim Polrestabes Palembang sedang melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.
"Kami mengamankan mobil yang diduga digunakan oleh pelaku. Di dalamnya ada sarung senjata tajam dan satu senjata tajam," kata Heri.
Dendam lama
Ahmad rupanya mengenali penyerangnya.
Menurut Ahmad, salah satu pelaku memiliki dendam lama kepadanya karena Ahmad disebut sebagai cepu atau orang yang melaporkan pelaku tersebut ke polisi.
Akibat masalah lama tersebut, Ahmad pernah ribut bahkan mengakui pernah menusuk salah satu pelaku karena diteriaki maling.
Saat dijumpai di IGD RSUD Palembang Bari, Ahmad menceritakan diduga ada lima orang yang sudah mencelakainya.
"Ada lima dia itu kak, tiga pakai sangkur (parang) dan satu pakai pistol. Yang pakai pistol nahan mobil, yang kejar-kejar saya tiga orang, " kata Ahmad yang mengalami luka bacok di tangan dan kaki, Minggu (11/5/2025).
Salah satu pelaku ia kenal berinisial JN alias Ian yang memegang pistol.
Saat turun dari mobil, ia langsung dihampiri para pelaku dan dikejar-kejar oleh tiga orang. Ahmad kabur untuk menyelamatkan diri.
Ia masuk ke salah satu rumah warga dengan kondisi berdarah-darah.
"Pas saya dikejar-kejar dan kena bacok, masuk ke rumah warga untuk selamatkan diri. Awalnya sempat dikira saya dikejar polisi karena ada suara tembak-tembakan, setelah saya masuk pelaku berhenti mengejar lalu saya dibawa ke rumah sakit," jelas dia.
Salah satu pelaku, kata Ahmad diduga memiliki dendam dengannya lantaran pelaku merasa dicepui oleh korban.
"Dia itu nuduh saya cepu kak, saya tidak merasa. Jadi pernah ribut kami di atas jembatan Kertapati aku diteriakinya maling, terus saya lari dia lari. Terus saya tunggu lagi dia sendirian kutujah dulu tahun 2019, nah ini baru kejadian dia balas sekarang," tuturnya.
Menurut korban karena itulah, pelaku yang merasa dendam akhirnya melakukan pengeroyokan dan pembacokan terhadapnya.
"Mungkin dia nunggu saya lengah karena ini mau nikah dan tidak bawa apa-apa, makanya dia balas dendam ke saya," tandasnya.
Akad nikah di IGD
Suasana IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang Bari mendadak ramai dikarenakan ada salah satu pasiennya yang melangsungkan ijab kabul di sana, Minggu (11/5/2025).
Ahmad Handa yang sebelumnya sudah bersiap melangsungkan akad dan resepsi di rumah mempelai wanita di Jalan Panca Usaha, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, kini terpaksa mengucap ijab kabul sambil terbaring di tempat tidur IGD karena menjadi korban pembacokan tepat di hari pernikahannya ini.
Tak lama setelah mengucap ijab kabul, Ahmad langsung dirujuk ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk mengobati luka-luka yang dialaminya.
Dari potongan video yang diterima Tribunsumsel.com, tampak sejumlah orang berpakaian batik rapi lengkap dengan peci hitam memadati ruang IGD tempat Ahmad dirawat.
Setelah membaca doa, terdengar seorang pria yang merupakan penghulu memimpin jalannya ijab kabul di ruangan tersebut.
Sementara Ahmad, yang sebelumnya menggunakan baju adat Palembang, kini terlihat hanya menggunakan kaos dalam hitam dan sebagian tubuhnya ditutupi selimut.
Ia terbaring lemah di atas kasur IGD.
Dengan bantuan alat pernapasan, Ahmad terdengar bersuara lirih mengikuti arahan penghulu yang membimbingnya mengucap ijab kabul.
Diketahui, Ahmad dinikahkan dengan istrinya yang bernama Farida Aryani oleh penghulu dari KUA setempat dan dihadiri oleh keluarga kedua mempelai.
Kabar tersebut dibenarkan oleh salah satu keluarga mempelai wanita.
"Iya sudah (ijab qabul) dinikahkan di rumah sakit, sudah tercatat di KUA. Untuk acara tadi makan-makan untuk tamu tetap berjalan," ujar salah seorang keluarga mempelai wanita.
Pasca sah dinikahkan korban Ahmad kemudian dirujuk ke rumah sakit umum pusat, Muhammad Hoesin untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Camat Seberang Ulu I, Hijrun juga membenarkan kalau calon pengantin pria yang dibacok sudah dinikahkan oleh KUA.
"Informasi dari Kepala KUA memang ada. Tapi korban masih di rumah sakit belum pulang," katanya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunBatam.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.