Kecelakaan Proyek Bendungan
Pekerja Bendungan Bulango Ulu Tewas, BWS Gorontalo Pastikan Harianto Suardi Ter-cover BPJS
Pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo memastikan pihaknya bertanggung jawab atas insiden kecelakaan kerja yang merenggut nyawa Haria
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM – Pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo memastikan pihaknya bertanggung jawab atas insiden kecelakaan kerja yang merenggut nyawa Harianto Suardi (31).
Harianto Suardi diketahui merupakan pekerja di proyek pembangunan Bendungan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Ia meninggal usai diduga terjatuh saat proses peledakan (blasting) pada Senin (5/5/2025) lalu.
Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bulango Ulu BWS Sulawesi II Gorontalo, Febrian Kusmajaya, saat ini pihak kontraktor terus mendampingi keluarga korban.
“Alhamdulillah sampai dengan saat ini, dari teman-teman kontraktor selalu mendampingi keluarga korban. Mudah-mudahan ada itikad baik dari kedua belah pihak, sehingga terjalin hubungan yang baik,” ujar Febrian kepada TribunGorontalo.com, Jumat (9/5/2025).
Febrian menyebut Harianto Suardi masuk dalam tanggungan BPJS Ketenagakerjaan.
“Perlu kami luruskan. Mekanisme BPJS itu ada yang by one by one (per nama pekerja) dan ada yang paket pekerjaan. Karena di proyek ini keluar-masuk pekerja cukup banyak, maka pihak kontraktor mengambil skema paket. Informasinya dari teman-teman rekanan, sudah diurus,” jelasnya.
Febrian menambahkan, para pekerja menerapkan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Termasuk pada saat kejadian blasting, pihak proyek sudah memastikan prosedur keselamatan.
“Untuk K3 itu sudah kami terapkan. Bahkan dari hasil olah TKP ditemukan helm dan sepatu milik korban, artinya dia sudah menggunakan APD saat kejadian,” katanya.
Sebelumnya, keluarga korban dan DPRD Bone Bolango mendesak agar kasus ini diusut tuntas.
Mereka juga mempertanyakan tanggung jawab pihak proyek atas kematian Harianto Suardi.
Ketua Komisi II DPRD Bone Bolango, Sofyan Wahidji, menyatakan perusahaan dan pihak Balai Sungai harus bertanggung jawab sepenuhnya, termasuk memastikan pekerja tercover BPJS Ketenagakerjaan.
Penyelidikan atas insiden ini masih berlangsung di Polres Bone Bolango, yang tengah menunggu hasil visum guna memperjelas penyebab pasti kematian Harianto Suardi.
Keluarga Sebut Kematian Harianto Suardi Tak Wajar
Diberitakan sebelumnya, pihak keluarga merasakan kejanggalan atas meninggalnya Harianto Suardi (31), pekerja proyek Bendungan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Harianto, warga Desa Talulobutu Kecamatan Tapa, Bone Bolango, sebelumnya meninggal dunia akibat ledakan (blasting).
Harianto Suardi diduga terjatuh dari ketinggian sekitar 20 meter pada Senin (5/5/2025).
Nenek Harianto, Naneng Djafar, mencurigai luka pada tubuh korban.
Baca juga: Polisi Ringkus Dody Manonto, Sosok Suami Penikam Istri hingga Tewas di Kotamobagu Sulut
Menurutnya, kondisi tubuh Harianto saat dilihat tidak sesuai dengan penjelasan pihak perusahaan.
“Masa jatuh dari ketinggian 20 meter ke arah bebatuan, tapi yang terlihat luka hanya di belakang kepala. Ini kan agak aneh. Saya minta kematian cucu saya diusut tuntas oleh pihak kepolisian,” kata Naneng kepada TribunGorontalo.com, Jumat (9/5/2025).
"Saya lihat itu badannya semua sampai kakinya mulus saja, yang luka hanya bagian belakang kepala, rasanya tidak masuk di akal jatuh ke bebatuan tapi yang luka cuma belakang kepala," tambahnya.
Naneng juga mengaku mendapatkan kabar bahwa Harianto sebenarnya sempat menggunakan alat pelindung diri (APD). Namun APD tersebut akhirnya dilepas.
“Saya juga dengar waktu kejadian dia sempat pakai APD. Cuma tidak tahu kenapa dilepas, entah ada yang menyuruh atau bagaimana. Itu yang kami juga mau tahu,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Bone Bolango, AKBP Supriantoro, menegaskan pihaknya tengah mendalami dugaan kelalaian dan kemungkinan pelanggaran standar keselamatan kerja dalam insiden ini.
“Dari hasil olah TKP, kami menemukan kacamata dan sepatu milik korban di lokasi jatuhnya. Berdasarkan keterangan rekan-rekannya, korban diduga tidak menggunakan APD saat kejadian. Ini yang masih kami selidiki,” kata Kapolres.
Pihak kepolisian, lanjutnya, masih menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian secara medis.
Setelah hasil visum keluar, penyidik akan memanggil dan memeriksa pihak penyelenggara proyek terkait penerapan standar keselamatan kerja.
“Setelah hasil visum keluar, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait di proyek Bulango Ulu,” jelasnya.
Proyek Bendungan Bulango Ulu sendiri merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan memberi manfaat besar bagi sektor irigasi dan ketahanan air di Provinsi Gorontalo.
Namun, insiden ini kembali menyoroti pentingnya penerapan ketat standar keselamatan kerja dalam proyek konstruksi berskala besar.
Keluarga berharap, penyelidikan kepolisian bisa mengungkap fakta yang jelas dan adil atas peristiwa yang merenggut nyawa Harianto Suardi.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kecelakaan-kerja-Harianto-di-proyek-bendungan.jpg)