Mata Lokal Fest 2025
Mata Lokal Fest 2025, Staf Khusus Menteri Pertanian Ungkap 58 Negara Alami Kelaparan Serius
Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Dr. Ir Sam Herodian hadir sebagai keynote speaker di Mata Lokal Fest 2025 di Hotel Shangri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Staf-Khusus-Menteri-Pertanian-Bidang-Kebijakan-Pertanian-Dr-Ir-Sam-Herodian-ddd.jpg)
Selain itu, Kementerian pertanian memperkuat peran penyuluh dan program pekarangan pangan bergizi untuk ketahanan pangan rumah tangga dengan lahan produktif masyarakat yang juga mulai dioptimalkan.
Dari sisi produksi, Indonesia mencatatkan angka 34,6 juta ton beras di tahun 2025 ini, melebihi kebutuhan nasional sebesar 31 juta ton. Pertumbuhan produksi diprediksi meningkat 18,6 persen hingga pertengahan 2025.
Capaian ini menjadi hal positif terkini setelah pengakuan internasional turut diraih di saat Presiden Joko Widodo menerima Agricola Medal dari FAO atas kontribusi Indonesia terhadap ketahanan pangan global.
Dari dalam negeri, sektor pertanian menyumbang 10,52 persen terhadap PDB nasional pada kuartal I 2025—tertinggi di antara sektor lainnya.
“Kita sudah berada di jalur yang benar, tapi keberlanjutan harus dijaga. Fokus berikutnya adalah hilirisasi agar pertanian benar-benar jadi penopang ekonomi nasional,” tutup Sam.
Sesi ini turut menggarisbawahi pentingnya transformasi sistem pangan sebagai elemen kunci untuk masa depan Indonesia yang tangguh terhadap situasi global.
Upaya ini bukan hanya bertujuan meningkatkan produktivitas, tetapi juga memastikan bahwa keberlanjutan dan program inisiatif yang berjalan optimal dari Kementerian Pertanian dapat menunjang kebijakan pangan nasional dengan swasembada pangan menjadi tujuan utama.
Sesi ini sekaligus menegaskan bahwa masa depan ketahanan pangan tidak dapat dilepaskan dari transformasi menyeluruh di semua lini dari hulu ke hilir, dengan peran serta semua pihak termasuk masyarakat Indonesia.
Kementan Siapkan Ratusan Ribu Hektare Lahan di Kalimantan Barat untuk Ekspor Beras ke Malaysia
Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian mengungkapkan bahwa Menteri Pertanian Malaysia telah mengajukan permintaan resmi kepada Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman untuk mengimpor beras dari Indonesia.
Menanggapi hal itu, Amran menyatakan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah mencukupi kebutuhan dalam negeri.
Namun, dengan prediksi stok beras nasional yang akan mencapai 4 juta ton dalam waktu dekat, pemerintah mempertimbangkan untuk mengekspor sebagian sebelum kualitasnya menurun.
Malaysia kemungkinan menjadi tujuan pertama ekspor beras Indonesia karena RI sudah menyiapkan lahan pertanian di Kalimantan Barat untuk mengekspor ke Negeri Jiran.
"Kita akan ekspor itu sudah pasti karena kita akan kerja sama di Kalimantan Barat. Kami siapkan (lahan) luasnya ratusan ribu hektare," kata Sam ketika ditemui di sela-sela acara Mata Lokal Fest 2025 di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (8/5/2025).
Kalimantan Barat dipilih sebagai titik ekspor karena lokasinya strategis dan dekat dengan Kuching, Malaysia. Proses pengiriman pun dinilai lebih efisien karena bisa dilakukan melalui jalur darat.
| Daftar Pemenang Mata Lokal Award 2025 |
|
|---|
| CEO Tribun Network Dahlan Dahi Sebut Mata Lokal Fest Jadi Wadah Wujudkan SDGs |
|
|---|
| Mata Lokal Fest 2025, Anggota DPR RI Kamrussamad Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Demi Wujudkan SDGs |
|
|---|
| Mata Lokal Fest 2025, Menbud Fadli Zon Ungkap Alasan Rencana Tulis Ulang Sejarah RI |
|
|---|
| Mata Lokal Fest 2025, Menteri Maman Abdurrahman Bicara Soal Tarif Impor Trump hingga Utang UMKM |
|
|---|